Jaringan Lelet, Perekaman E-KTP Terganggu

 

diskucapil

camat pandan saat ditanyai wartawan (andreas)

M24.CO|TAPTENG

Rusaknya alat rekam e-KTP dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah, dikhawatirkan akan membuat puluhan ribu masyarakat Tapteng tidak bisa memilih di Pemilukada 15 Februari 2017 mendatang.

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Pasalnya, warga yang diperbolehkan menyalurkan hak pilihnya pada Pemilukada, harus yang telah memiliki e-KTP atau setidaknya telah terdata dalam perekaman e-KTP, ditandai dengan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Terancamnya masyarakat tidak dapat menyalurkan hak suaranya pada pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, membuat warga yang belum memiliki KTP elektronik (e-KTP) merasa was – was dan resah.

Keinginan warga untuk memiliki e-KTP dengan mendatangi kantor – kantor Kecamatan, sepertinya tidak dapat menyelesaikan masalah. Warga kecewa, alat rekam dan pendataan yang ada di Kecamatan rusak.

Eko Triprasetyo (43), warga Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, mengatakan, banyak warga masyarakat di Kelurahan Lubuk Tukko belum memiliki e-KTP. dikatakannya,  jika pihak Kecamatan dan Kelurahan tidak mencari solusi, diperkirakan seratusan warga Lubuk Tukko tidak akan bisa berpartisipasi di Pilkada Tapteng. “Mengatisipasi masalah ini, Pemerintah harus secepatnya mengambil kebijakan,” ujar Eko.

Menanggapi masih banyaknya warga yang belum memiliki e-KTP, Despi Jambak, selaku Camat Pandan menghimbau agar warga secepatnya mengurus e-KTP nya. Khususnya Kecamatan Pandan, Despi meminta agar langsung ke Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Tapanuli Tengah.

“Karena kantor Kecamatan letaknya di pinggiran kota, kita telah menganjurkan agar warga yang mengurus KTP langsung ke kantor Disdukcapil, yang terletak di tengah – tengah kota,” terangnya. Pihaknya juga telah memberitahukan kepada Lurah dan Kepala Desa agar membantu masyarakat yang membutuhkan KTP.

“Tugas kami membantu masyarakat, agar bisa memiliki e-KTP. Bagi masyarakat selagi masyarakat pendatang yang belum memiliki surat keterangan pindah dari daerah asal, agar segera mengurusnya terlebih dahulu,” ujar Despi.

Terkait alat perekaman e-KTP yang ada di kantor Kecamatan Pandan, Despi mengatakan masih Bagus. Namun Despi tidak membantah jika signal yang sering lelet, membuat petugas perekaman sering kewalahan dalam melayani perekaman.

“Alat perekaman kita masih bagus. Cuma kadang tergantung signal. Semampu kami akan melakukan yang terbaik,” kata Despi,  seraya menambahkan telah membuat himbauan melalui media sosial (medsos) agar masyarakat yang belum memiliki e-KTP agar mengurusnya.”tutupnya. (andreas)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.