Kacab PT SPJ Tewas di Dalam Mobil

Anak korban histeris saat melihat ayahnya yang bekerja sebagai kacab pt sanprima sejati meregang di dalam mobil (metro24/mailando)

M24.CO|MEDAN

Komplek MMTC Jln Selamet Ketaren, Desa Medan Estate Jln Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Percut Sei Tuan dihebohkan dengan temuan pria yang terbaring kaku di dalam mobilnya, kemarin (6/10/2016). Kepala Cabang Medan, PT San Prima Sejati (SPJ), Daniel Gultom itu tewas karena penyakit sesak nafas.

Informasi dihimpun di lokasi, temuan tersebut berawal dari pihak security Komplek MMTC; Irwansyah, Haris dan Rahim tengah melakukan patroli rutin di sekitaran komplek sekitar pukul 15:00 WIB.

Saat melintas di Blok H-I, Irwansyah melihat mobil Daihatsu Xenia Silver BK 1987 KJ, terparkir dalam kondisi mesin menyala dan kaca jendela sebelah kanan sedikit terbuka. Di dalam, ia melihat seorang pria tergeletak di bangku sopir dengan seat belt masih terpasang.

“Awalnya kami pikir korban tertidur. Tapi berulang kali coba dibangunkan kok nggak bangun?” ucap Irwansyah kepada M24.

Takut dipersalahkan, ia memberitahukan kepada rekannya yang lain. Selanjutnya mereka menghubungi Polsek Percut Sei Tuan. Tak lama berselang, polisi disusul Tim Identifikasi dari Polresta Medan tiba di lokasi. Dari alamat di dompet korban, selanjutnya tim identifikasi menghubungi pihak keluarga di Jln Dairi No 66, Sei Agul, Medan Barat.

Istri dan kedua anak korban yang tiba di lokasi tak lama berselang menjerit histeris. Mereka memanggil-manggil sembari memeluk tubuh korban. Hal itu mengundang haru warga yang menyaksikan.

“Suami saya ada mengidap sesak nafas. Kemarin, suami saya sebelum meninggal mengeluh tentang penyakitnya itu. Rupanya hari ini saya mendapat kabar dia meninggal di dalam mobil,” katanya kepada petugas sembari merangkul kedua anaknya.

Setelah membuat surat pernyataan tidak keberatan kepada polisi, keluarga membawa pulang jenazah Daniel, untuk disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan.

Tulus Pasaribu, selaku Sales Meneger PT SPJ yang berada di lokasi mengatakan sempat menerima pesan singkat (SMS) dari Daniel. “Sekitar pukul 13:00 WIB, saya masih SMS sama Daniel, agar dia menjemput saya di hotel. Eh tak lama saya dapat kabar dia meninggal,” kata Tulus, yang berdomisili di Jakarta itu. (metro24/lando)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.