Kadinkes Medan Bantah Potongan Kapitasi

194

M24.CO|MEDAN
Kasus pemotongan uang jasa medis BPJS Kesehatan terjadi di Kota Medan, terjadi di Puskemas Medan Denai tepatnya di Jalan Harapan Pasti.

Nurlanwati Hutasuhut PNS Puskesmas Medan Denai dipotong gajinya sebesar Rp 131.000 setiap bulan berdasarkan pangkat dan golonganya dengan alasan untuk biaya perawatan puskemas. Nurlanwati Hutasuhut yang tidak terima dilakukan pemotongan karena memberatkan dan tidak jelas peruntukkannya, akhirnya melaporkan masalah tersebut kepada Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, di Medan.

Melalui surat laporannya yang ditulisnya, Nurlanwati Hutasuhut menyatakan tidak bersedia uang jasa medis BPJS Kesehatan yang diterimanya Rp 1,5 juta setiap bulan dipotong sebesar Rp 131.000.

“Tiap bulan, kami dapat uang jasa medis BPJS. Terkadang, kami dapat Rp 1,3 juta dan kadang Rp 1,5 juta. Dari situ, dipotong Rp 131.00 dan dari potongan ini sebesar Rp 55 ribu diperuntukkan untuk membayar gaji pegawai honor di Puskesmas Medan Denai itu. Sisanya, untuk kepentingan puskesmas,” ungkapnya.

Nurlanwati Hutasuhut mengaku pemotongan itu sudah dilakukan sejak diberlakukannya BPJS beberapa tahun lalu. Nurlanwati sudah melaporkan masalah tersebut kepada Dinas Kesehatan, tapi hingga kini belum digubris. Untuk itulah, Nurlanwati melaporkan masalah tersebut ke DPRD Kota Medan.“Sudah lama dipotong, tepatnya sejak ada BPJS. Sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan, tapi tidak ditanggapi. Maka saya laporkan ke DPRD Medan,” ujarnya.

Sementara itu, Persoalan yang terjadi di Puskesmas Medan Denai dimana kepala Puskesmas memotong uang Kapitasi, ternyata tidak diketahui oleh Kepala Dinas kesehatan Medan, drg. Hj Usma Polita Nasution Mkes. “Semua itu tidak benar,” katanya dengan tegas Senin (10/10).

Zaman sekarang tidak ada lagi seluruh instansi melakukan pemotongan tanpa ada alasan yang jelas. Terlebih lagi, uang jasa medis BPJS yang diberikan kepada PNS di Puskesmas itu bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada peserta BPJS.

Kejadian yang terjadi di Puskesmas Medan Denai, menurut Usma tidak ada di Puskesmas lain, hanya saja, Usma tidak memperinci untuk apa potongan uang tersebut. “Itu tidak ada di Puskesmas lain,” tegas Usma Polita Nasution.

Sementara itu, Staf Humas Bpjs Kesehatan Sumut, Hafiz mengatakan, tugas BPJS hanya membayarkan kapitasi kepada FKTP (klinik/puskesmas), tidak ada ikut campur soal pmbagian kapitasi d FKTP.

“Soal pembagian kapitasi itu sepenuhnya kewenangan pihak puskesmas dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (van)

Loading...