Keluarga Hj Hafsotul Bertahan di Lokasi Pembangunan Hotel

tendaM24.CO l PADANGBOLAK
Penyerobotan Lahan yang dilakukan oleh pihak DL Sitorus untuk pembangunan Hotel di daerah Paranginan didaerah Desa Purba Sinomba, Kecamatan Padang Bolak.

Milik Hj Hafsotul Mardiah Harahap bertahan di lokasi pembangunan hotel masih berlanjut karena Tanah tersebut diklaimnya Merupakan milik mereka.Hj Hafsotul Mardiah Harahap bersama keluarga sudah Memasuki Hari Kelima(5),Bersama keluarga mereka mendirikan tenda dengan membawa perlengkapan memasak ke lokasi.
Aksi ini sudah berlangsung sejak Jumat (14/10) malam hingga Selasa (18/10).Hj Hafsotul Mardiah Harahap ditemui di lokasi mengatakan, ia bersama keluarganya memilih bertahan di lokasi pembangunan hotel hingga persoalan sengketa tanahnya seluas tiga hektare yang dipakai DL Sitorus benar-benar selesai. Jika persoalan tersebut tak kunjung selesai, ia mengatakan tidak akan ‘angkat kaki’ dari lokasi pembangunan hotel itu.
“Saya tidak angkat kaki dari lokasi ini. Ini saya tanah,” kata Hj Hafsotul Mardiah Harahap, Selasa(18/10).Hal Senada disampaikan salah satu kerabatnya, Herry. Herry mengatakan, kedatangan utusan DL Sitorus adalah untuk mempertanyakan status tanah yang ikut terjual seluas tiga hektare.

Kemudian setelah dibicarakan secara kekeluargaan, pihak DL Sitorus pulang dan segara akan melaporkannya ke kantor mereka yang berada di Medan.“Memang pihak DL Sitorus Minggu (16/10) lalu sudah datang dan segera akan melaporkannya ke kantor besar yang ada di Medan,” ujarnya.
Sebelumnya, Hj Hafsotul Mardiah Harahap bersama keluarganya kembali menduduki lahan yang berada di daerah Paranginan, Desa Purba Sinomba, Kecamatan Padang Bolak pada Jumat (14/10) lalu.

Keabsahan kepemilikan tanah itu dibuktikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomor: 116/K/AG/2007 yang menyatakan bahwa tanah seluas tiga hektar itu merupakan tanah warisan dari suaminya almarhum H Sutor Siregar.Tanah yang mereka duduki merupakan tanah miliknya seluas 3 hektar yang belakangan diduga dicaplok pengusaha DL Sitorus dan dijadikan lokasi pembangunan hotel. (sabar)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.