Kementerian Pariwisata Bilang Pesta Ya’ahowu Jadi Agenda Tahunan

rekor-muri-nias-1

M24.CO|GUNUNGSITOLI

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi resmi menutup Pesta Ya’ahowu Ono Niha ditandai dengan pemukulan gong di Taman Ya’ahowu Jl. Pelabuhan Lama, Pasar Luaha, Kota Gunungsitoli, Sabtu (26/11) malam.

Pesta  Ya’ahowu yang digelar di 4 Kabupaten dan 1 kota di Kepulauan Nias berjalan sukses dan meriah ditandai dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) untuk tarian kolosal Maena (tari Maena Nias).

Tokoh masyarakat Nias Mayjen Purn Cristian Zebua mengaku bangga Pesta Ya’ahowu Ono Niha kembali digelar setelah sempat terhenti di tahun 2006 lalu. Cristian berharap pemerintah pusat dan Provinsi terus mendukung agar kepulauan Nias masuk kedalam 10 destinasi wisata di Indonesia.

“Kepada pemerintah jangan tanggung-tanggung memberi dukungan. Kepada Kepala Daerah, pesta ini menjadi modal agar Nias semakin dikenal. Ini harus dipertahan dan ditingkatkan. Kepada anak-anak muda semangat belajar. Darah macan kita yang selalu mau perang ini harus dirubah menjadi semangat untuk berprestasi. Tetap bersatu dengan meminta pertolongan tuhan. Tidak ada yang mustahil dengan pertolongan Tuhan,”ujarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman berharap agar kegiatan seperti pesta Ya’ahowu menjadi agenda tahunan. Karena dengan kegiatan tersebut maka Kepulauan Nias akan terpromosikan. Dadang pun mengaku kalau Kementerian Pariwisata sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang mempromosikan dunia pariwisata.

“Kalau dilihat potensi jelas ada. Tinggal diidentifikasi ikonnya apa. Semakin banyak Ikon semakin dikenal. Misalnya baharinya, kebudayaannya, atau wisata buatan. Semuanya harus punya masterplane. Kalau sudah punya mari kita bicarakan selanjutnya mau diapakan. Kami senantiasa mendukung dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan ini,”pungkasnya.(winsah)

 

 

Loading...
author