Lapor Pak Menhut ! Mafia Tanah di Pariksabungan Resahkan Warga

Teks Foto: Kasat Binmas Polres Taput Juga menerima Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Keamanan dari Warga Desa yang disampaikan oleh Kuasa Hukum di halaman Kantor Bupati Taput

Teks Foto: Kasat Binmas Polres Taput Juga menerima Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Keamanan dari Warga Desa yang disampaikan oleh Kuasa Hukum di halaman Kantor Bupati Taput.

M24.CO|TARUTUNG

Ratusan Masyarakat Pariksabungan Kecamatan Siborongborong Kab. Tapanuli Utara datangi Kantor Bupati dan Mapolres Taput (10/11) minta Perlindungan Hukum kepada Pemerintah Tapanuli Utara dan Kepolisian Resort Tapanuli Uatara terkait tanah hak milik mereka diperjualbelikan oleh oknum mafia tanah.

“Mafia itu adalah Asbon Sianipar, Bajongga Panjaitan, Lambas Sianipar, warga Desa Lumbanjulu Kecamatan Siborongborong,” ujar warga Pariksabungan di halamam Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Muktar Simanjuntak dan Pongat Simajuntak mewakili warga Pariksabungan, meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar menghentikan proses jual beli tanah mereka, yang saat ini sedang berlangsung, dan meminta agar turun ke lokasi untuk menghentikan segala yang ada kegiatan di tanah kami tersebut, bahwa tanah tersebut pernah diberikan kepada pemerintah untuk dipakai oleh masyarakat Desa Pariksabungan Tahun 1952, tetapi setelah selesai dan berakhir sesuai dengan kesepakatan Warga Desa Pariksabungan dengan pemerintah.

“Sehingga Menteri Kehutanan memerintahkan Gubernur Sumatera Utara melalui Bupati Tapanuli Utara segera mungkin untuk menyerahkan/mengembalikan tanah rakyat tersebut kepada warga Desa Pariksabungan. Dan perintah dari pemerintah Kabupatan Tapanuli Utara yang ketika itu diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Sanggam Hutagalung, memberikan perintah untuk masyarakat Desa Pariksabungan” untuk sementara Segala kegiatan di Tanah tersebut dihentikan (Stan pass), menunggu ada keputusan yang berkekuatan Hukum,” ujarnya.

Namun saat ini ada terjadi Jual beli Tanah pada tanah yang lagi bermasalah, dan yang menandatangani Surat Jual beli Tanah tersebut adalah Penjabat Kepala Desa Lobusiregar saat ini adalah Tonny Manalu ujar Pongat Simanjuntak, lanjut lagi, anehnya, dulu salah seorang yang ikut menandatangani  Status Tanah tersebut ; ” STANPASS ” adalah Tonny Manalu sebagai Kasi Pemerintahan di Kantor Camat siborongborong.

Kuasa Hukum Masyarakat Desa Pariksabungan Norton Lumbantobing, SH, dari LBH Dolok Siatas Barita meminta kepada Pemerintah Tapanuli Utara agar menindak tegas Oknum-oknum dari Pemerintahan Kab. Tapanuli Utara yang ikut berperan dalm memuluskan secara administrasi  pada proses jual beli tanah ini, dan Pemerintah juga memberikan perhatian yang serius pada persoalan ini, dan agar masyarakat dapat tenang, damai dalam bermasyarakat.

” Kami Pemerintah Tapanuli Utara akan mengadakan rapat terkait permasalahan ini, dan kami harapkan kepada masyarakyat agar memberikan Dokumen-dokumen pendukung mengenai tanah yang sedang dipersoalkan masyarakat agar pemerintah dapat membuat keputusan tentang tanah yang dipersoalkan masyarakat,” Bupati Tapanuli Utara yang diwakili Asisten Pemerintahan Satia Darma Nababan.

Pada kesempatan tersebut Warga Desa Pariksabungan juga miminta pelrlindungan Hukum dan keamanan, karena mereka (warga Desa Pariksabungan)  pernah di intimidasi oleh oknum-oknum pelaku jual beli tanah tersebut sehingga pada kesempatan ini melalui kuasa hukumnya memita kepada pihak kepolisian Tapanuli Utara  yang diterima oleh Kasat Binmas Polres Tapanuli Utara AKP. N. Ambarita agar memberikan perlindungan dan keamanan pada warga Desa Pariksabungan. (Fulkan)

Loading...
author