Lapor Pak Presiden! Ada Dugaan Pungli di Timbangan Dishub Binjai

pungli-copy
M24.CO|BINJAI

Dugaan pungutan liar (Pungli) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai masih menjadi gunjingan di kalangan masyarakat, terlebih setelah diamankannya tenaga honorer Dishub yang diduga melakukan pungli, Rabu (19/10/2016).

Menyikapi hal ini, Rudi Alfahri, anggota DPRD Binjai dari Fraksi PAN angkat bicara. Menurutnya, dugaan pungli di lingkungan Dishub terhadap truk sudah berlangsung sejak lama.

Karena itu, kata Rudi, diharapkan kepada penyidik Polres Binjai untuk mengusut tuntas dugaan pungli tersebut. “Selama ini memang jelas di mata kita kutipan masih berlangsung. Bahkan ada indikasi kutipan tak didasari dengan tanda bukti otentik dari Pemko Binjai maupun Dishub,” kata Rudi.

Sementara itu, dari data yang berhasil dihimpun M24.co, selama ini Dishub Kota Binjai masih melakukan kutipan. Dimana kutipan itu sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Pengawasan Angkutan Barang.

Dalam Perda tersebut, menjelaskan tentang kewenangan dan kewajiban Dishub serta kewajiban yang harus ditaati oleh pengusaha angkutan, termasuk menyetorkan denda bagi setiap sopir yang melanggar aturan.

Untuk menjalankan Perda ini, akhirnya petugas Dishub Binjai gencar melakukan kutipan di setiap pos yang ada, dengan dalih uang denda yang sudah ditetapkan sesuai Perda.

Tapi sayang, Perda tersebut seakan disalahgunakan. Pasalnya, di antara isi Perda itu mewajibkan Dishub Binjai menyediakan timbangan dan gudang. Dimana setiap truk yang melintas harus ditimbang dan bagi truk yang melebihi muatan harus dibongkar. Selanjutnya, muatan yang dibongkar tadi disimpan di gudang yang sudah disiapkan.

Namun, hal itu tak pernah dilakukan petugas Dishub disetiap pos. Ratusan truk yang melintas setiap harinya bebas lalu lalang dengan menyerahkan uang denda. Ironisnya, kutipan diduga tak sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan H.T Fadlan beberapa waktu lalu berdalih kalau pihaknya belum memiliki anggaran untuk menyediakan tempat materail setiap truk yang melanggar aturan.

Menyangkut timbangan, H.T Fadlan sebelumnya mengakui, kalau timbangan tidak mampu menahan beban setiap truk yang melintas. “Kadang supir truk ini secara sengaja menghenjutkan kendaraanya di atas timbangan, sehingga timbangan langsung pecah. Makanya, untuk menghitung beban dan menentukan denda, hanya dilihat dari sumbu setiap truk,” tandasnya. (dan)

Loading...
author