Lemahnya Pengawasan ‘Bikin’ DAS Sungai Silau Asahan Rusak

202

M24.CO|KISARAN

Lemahnya sistem pengawasan dari instansi terkait membuat kawasan daerah aliran sungai (DAS) sungai Silau Asahan rusak, di mana saat ini banyak berdiri bangunan serta penambangan pasir liar yang bisa berdampak pada kerusakan lingkungan.

Pantauan M24.CO dilapangan, mulai dari kecamatan Buntu Pane hingga Kecamatan Sei Dadap banyak berdiri bangunan yang persis berdiri dipinggiran aliran sungai. Selain itu, bangunan yang memiliki dampak lingkungan juga banyak beroprasi penambangan pasir liar dan ironisnya hampir tidak ada tindakan dari instansi terkait guna mengantisipasi dampak.

Berdiri bebas seperti tidak berdampak pada kerusakan lingkungan, mulai dari RAM tempat penimbunan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik perseorangan, pabrik pengolahan getah karet hingga beroprasinya penambangan pasir liar yang menggunakan alat penghisap berupa mesin.

“Kita sangat menyayangkan sikap dari instansi terkait yang dinilai tidak memperdulikan kondisi DAS sungai Silau Asahan menjadi rusak, kerusakan DAS bisa menimbulkan bencana alam ” ujar Raden SH salah seorang aktivis pemerhati lingkungan saat berbincang dengan M24.CO, Jumat (7/10).

Kerusakan DAS bisa berakibat patal, seperti contoh banjir bandang Garut yang banyak menelan korban jiwa dan tidak tertutup kemungkinan bencana itu akan datang jika DAS sungai Silau dibiarkan rusak.

“Pihak terkait secepatnya melakukan tindakan guna menyelamatkan DAS sungai Silau yang sudah mengkhawatirkan” seru Raden SH. (susilawadi)

Loading...