LIMA: Sekda Pemkab Asahan Diduga “Makan Uang” MTQN Rp9 M

M24.CO|KISARAN

Menjadi pergunjingan di tengah – tengah masyarakat terkait Sekda. Kab. Asahan Drs H Sofyan MM menduduki jabatan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan, sementara saat ini posisinya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Asahan dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan MTQN Ke 35 Tahun 2015 yang menelan biaya sebesar Rp9 Milyar.

Kabag Humas Pemkab. Asahan Azim Manik saat dikonfirmasi via selulernya, Rabu (12/10/2016) mengatakan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Asahan itu Drs H Sofyan MM, bukan jabatan Sekdanya. Sekda merupakan pembina tertinggi dikepegawaian sehingga secara melekat jabatan itu yang mengharuskan menduduki jabatan ketua lelang jabatan.

Soal ditetapkanya Drs H Sofyan MM jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan MTQN Ke 35 Tahun 2015 oleh Kejari Asahan, proses penyidikan masih berjalan dan belum mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Masih bisa menjalankan tugas, seperti contoh kasus yang menimpah mantan Gubsu H Syamsul Arifin dalam posisi ditahan KPK dirinya masih bisa menandatangani surat – surat sebab saat itu belum memiliki kekuatan hukum tetap” ujarnya.

Terpisah Husni Mustofa Ketua Lingkar Mahasiswa Asahan (LIMA) mengatakan, benar yang melekat untuk menduduki posisi Ketua Pansel lelang jabatan itu jabatan Sekdanya bukan Drs H Sofyan MM, sembari menuturkan bagaimana hasilnya jika yang memilih dan menilai orang – orang yang akan menduduki posisi dipemerintahan ternyata pejabat yang tersandung kasus dugaan korupsi terlebih kasusnya menyangkut kegiatan agama.

“Kita melihat dari sisi etika, mengapa orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih percaya diri menduduki posisi ketua Pansel lelang jabatan. Sebaiknya Drs H Sofyan MM mengundurkan diri, demi kredibelnya pejabat di Asahan nantinya,” harapnya. (susilawadi)

Loading...
author