Listrik RSUD Batubara Padam, Pasien Meradang Minta Pulang

20161114_185400

M24.CO|BATUBARA

Sala seorang keluarga pasien mengungkapkan kepada m24.co, Rabu (16/11) bahwa Asni (62) warga Desa Empat Negeri, Kec Lima Puluh, meradang minta pulang. Dengan nafas terengah – engah dan tubuh yang dibasahi keringat, dia langsung duduk meminta panggilkan perawat saat itu.

“tolong panggilakan perawat, aku minta cabut aja infus ini, aku mau pulang. Nggak tahan diruangan yang gelap dan panas ini. Bisa mati nanti aku disini”, bilangnya saat berada diruang rawat inap Anggrek, RSUD Batu Bara, pada Selasa (15/11) sekira pukul 19.25 Wib malam itu.

Memenuhi permintaan Asni, perawat diruangan itupun terpaksa memindahkannya dari ruang Anggrek ke ruang Kemuning yang kebetulan tidak mengalami pemadaman karena korsleting kabel. Namun karena pasien mengaku nafasnya semakin menyesak dia mendesak minta pulang.

Keluhan pasien tidak saja dilontar Asni, Nazaruddin (60) pasien asal Guntung Kedai Sianam yang terbaring dalam ruang tanpa penerangan itu juga ‘merepet’.

“dari tadi lampu tak hidup, panasnya minta ampun. Kalau pintu ruangan ini dibuka banyak pula nyamuk yang masuk, apalagi sekarang musim DBD”, katanya.

Begitu juga Siti Mariyam (41) warga Desa Bagan Dalam, Kec Tanjung Tiram. Dia yang duduk dilantai diruang rawat anak RSUD menemani putranya Ilham (13) yang baru dioperasi karena menderita penyakit sejenis daging tumbuh disela pahanya.

“Dari tadi lampu mati, katanya sudah dibolo tapi sampai sekarang tak hidup juga”, ungkap Siti menerangkan.

Menurut informasi dihimpun m24.co, terhadap beberapa keluarga pasien yang ada di RSUD Batu Bara itu, bahwa didalam ruangan gelap itu terdengar suara anak-anak menangis. Sejumlah perawat juga tampak  duduk diselasar ruangan yang gelap.
Pada ruangan Anggrek, selain lampu yang tidak menyala, kipas angin diruangan itu secara otomatis juga ikut mati. Diantara keluarga pasien yang tidak terbilang jauh dari RSUD terpaksa menjemput lampu baterai dan digunakan untuk keluarganya yang sakit. Sementara ada juga keluarga pasien yang memanfaatkan lilin saat itu.

Menurut sejumlah TKS RSUD  pemadaman terjadi akibat arus dari kabel induk tidak masuk. “Kesalahannya pada arus di tiang induk”, sebut mereka. Hingga pukul 21.00 Wib lampu disejumlah ruangan RSUD belum juga menyala dan menurut sejumlah TKS, untuk perbaikan harus menunggu petugas PLN.

Informasi dihimpun, Plt Direktur RSUD dr Trisna ada dikantor saat lampu dibeberapa ruangan padam, bahkan anggotanya sudah melaporkan hal itu kepadanya namun disebut-sebut direktur cuek saja (kurang menanggapi). Ketika disambangi di kantornya, direktur tidak lagi berada ditempat dan menurut salah seorang petugas jaga, dr Trisna sudah pulang. (hari).

Loading...
author