“Mana Kuburan Muslim Yang Dibeli 10 Tahun Lalu”tanya DPRD Sidimpuan

lokasi-kuburan

Areal ini dikabar akan jadi perkuburan muslim yang dibeli pakai apbd 10 tahun lalu, tapi sampai sekarang tak jelas (m24.co/sabar)

M24.CO|SIDIMPUAN

Fraksi Demokrat DPRD Kota Padangsidimpuan kembali mempertanyakan keberadaan lahan pekuburan muslim milik Pemko Sidimpuan yang terletak di Desa Aek Bayur, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

“Sudah lama kami ingin mempertanyakan keberadaan lahan perkuburan muslim tersebut, mengingat lahannya sudah dibeli oleh Pemko Padangsidimpuan sejak 10 tahun lalu melalui dana APBD Pemko Padangsidimpuan,”ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padangsidimpuan Khoiruddin Nasution.

Dijelaskannya, sejak beberapa tahun yang lalu penggunaan dan peruntukan lahan tersebut sama sekali tidak jelas, sehingga tidak menjadi perhatian dari pemerintah.

“Apabila pemerintah sama sekali memperhatikan dan memelihara assetnya maka akan terjadi penyalah-gunaan lahan oleh pihak yang tidak bertanggung-jawab,“ terang Khoir.

Tegas Khoir, agar lahan tersebut segera didata, selain itu, pemerintah juga diminta agar melakukan pengukuran ulang lahan perkuburan yang sejak beberapa tahun silam tidak jelas di mana lokasinya untuk menghindari adanya penyalah-gunaan asset pemerintah oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sejak tahun 2007, pemerintah sudah menganggarkan dana untuk pengadaan lahan tersebut. Ketika itu, untuk pengadaan lahan tersebut membutuhkan anggaran ratusan juta rupiah. Seharusnya, pemerintah merawatnya meski penggunaannya tidak maksimal, sehingga tidak ada penyalahgunaan,“ ujar mantan aktivis mahasiswa tersebut.

Kepada metro24.co, Kamis ( 24/11/2016) Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Pemko Padangsidimpuan Safaruddin Harahap menjelaskan, saat ini lahan pekuburan tersebut dikelolah oleh Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pencegahan Kebakaran.

“Memang sudah ada lahan pekuburan itu, tapi sekarang sudah dikelola oleh Dinas Kebersihan Pertamanan Dan Pencegahan Kebakaran. Namun untuk keterangan detailnya dinas terkait lebih mengetahauinya,“ ujar Syafar.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan Dan Aset Daerah Jhoni Situmeang  mengatakan, luas lahan pekuburan muslim di Desa Aek Bayur tersebut sebanyak 3,2 hektar lebih dengan anggaran untuk pengadaan lahan lebih kurang Rp. 400 juta yang ditampung pada APBD Pemko Padangsidimpuan TA 2006-2007.

“Memang lahan untuk pekuburan milik pemerintah di wilayah itu ada, namun perlu juga diukur ulang dan diberi patok batas untuk menjaga asset. Namun  jika nantinya lahan tersebut ada ditemukan dan dipergunakan untuk kepentingan lain atau lahan tersebut sudah beralih fungsi maka pemerintah akan melakukan tindakan hukum,“kata Jhoni.

Lebih lanjut kata Jhoni, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pengukuran ulang, namun, pihaknya dapat mengukur ulang apabila ada permintaan dari dinas terkait.

“Saya baru baca dukumennya dan kami bersedia melakukan pengukuran apabila ada permintaan dari Dinas terkait dan berharap kepada masyarakat agar menjaga seluruh aset yang dimiliki oleh Pemko Padangsidimpuan, sebab aset tersebut diperuntukkan untuk kepentingan umum,“ ujar pria tampan ini (sabar)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.