Masyarakat Desak Pemkab Tapteng Tutup ‘Batching Plant’ Milik CV Muara Do Tangkas

Teks Foto: Salah satu alat berat milik CV Muara Do Tangkas beroperasi di dalam gudang baching plant.[andreas]

Teks Foto: Salah satu alat berat milik CV Muara Do Tangkas beroperasi di dalam gudang batching plant.[andreas]

M24.CO|Tapteng  

LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) mendesak Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk segera menutup Batching Plant milik CV Muara Do Tangkas yang diduga beroperasi secara ilegal di Jalan Abdul Rajab. Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan. Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Pasalnya, hingga sampai saat Batching Plant itu Diduga belum memilik Izin Operasional dan tidak memiliki izin Lingkungan hidup

Ketua LSM AMAK Amin Jemayol mengatakan. Ia meminta agar Pemkab Tapteng segera menutup pengelolaan produksi semen beton (Baching Plant) yang diduga beroperasi secara ,

“Pemkab Tapteng harus tegas terhadap perusahaan yang tidak memiliki izin lengkap. Indikasinya perusahaan Batching Plant atau pembuatan Beton yang diduga tidak ada izin operasional dan Amdal yang dapat merugikan Kabupaten Tapanuli Tengah dan merusak lingkungan serta sangat mengganggu kepada masyarakat,”ujarnya Sabtu (12/11)

Lanjut Amin. CV Mura Do Tangkas saat ini hanya mengantongi surat keterangan bernomor: 503/326/KPT/2016 yang dikeluarkan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu M Parulian Sitompul,

“Surat keterangan itu menjelaskan, bahwa CV Mura Do Tangkas, benar sedang mengurus izin gangguan (HO), dan surat keterangan tersebut berlaku sejak 20 September sampai dengan 20 Oktober 2016. Artinya, surat keterangan itu sudah kadaluarsa dan belum ada perpanjangan ataupun belum ada hingga saat ini izinnya keluar.”ucapnya

Ditambahkannya. Selain tidak memiliki Izin, CV Muara Do Tangkas diduga juga tidak memiliki Amdal sesuai dengan PP No. 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (amdal) bagi usaha dan atau kegiatan,

“Perlu dilakukan analisis karena pada dasarnya setiap usaha atau kegiatan sudah bisa dipastikan menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. Apalagi lokasi perusahaan ini dekat dengan pemukiman warga,” tukasnya(Andreas)

Loading...
author