Masyarakat Tobasa Nyalakan Lilin dan Doa Bersama

66ab9b11-0321-4859-8aa0-12eea9fff615M24.CO|TOBASA

Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai lintas agama, suku, dan budaya di Kabupaten Tobasa melakukan aksi damai bertajuk ‘STOP!!! Kekerasan, Damailah Indonesiaku’ di Monumen DI Panjaitan, bundaran Kota Balige, Tobasa, Senin (21/11/2016) malam sebagai bentuk keprihatinan atas kematian Intan Olivia Marbun sebagai martir kristen yang menjadi korban bom di halaman gereja Oikumene, Samarinda Minggu (13/11) pagi.

Dalam aksi damai itu, para peserta turut menyalakan lilin dan memanjatkan doa untuk kemajuan dan keutuhan NKRI. Sejak pukul 18.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan ke monumen DI Panjaitan. Dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘STOP!!! Kekerasan, Damailah Indonesiaku’ puluhan masyarakat Tobasa yang didominasi kaum muda ini berdiri dipelataran monimen DI Panjaitan sambil menyalakan lilin.

Para peserta juga bersama-sama menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya. Meski situasi cuaca gerimis, namun tidak menyurutkan niat para peserta untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Hentikan kekerasan terhadap anak, biarkan Intan Olivia Marbun menjadi korban terakhir. Ia tidak tau apa-apa, tapi justru menjadi korban,” ujar seorang peserta melalui pengeras suara.

Selanjutnya, para peserta melakukan hening cipta untuk mengenang kematian Intan Olivia Marbun. Meski aksi ini tidak dikomandoi secara khusus, namun tetap terlaksana dengan damai dan tertib.

“Ini tidak melalui perencanaan matang, kita hanya menjalankan niat ini dari mulut ke mulut, mengajak teman sepermainan dan rekan yang lain. Hingga aksi ini diikuti masyarakat dari berbagai golongan dan agama. Masyarakat Tobasa cinta kedamaian, kami selalu hidup rukun dalam perbedaan di Tobasa ini. Ini adalah harapan kami, semoga Indonesia tetap damai,” ujar Tota Manurung, salah seorang peserta aksi. (alex)⁠⁠⁠⁠

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.