LAPK: Laptop Anggota Dewan Pembohongan Publik

LAPK Laptop Anggota Dewan Pembohongan Publik

LAPK Laptop Anggota Dewan Pembohongan Publik

M24.CO|MEDAN
Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) menyebut rencana pengadaan laptop dan tablet bagi anggota DPRD Medan sebesar Rp 1 milyar adalah pembohongan publik. Hal itu dianggap wujud tidak adanya sensitifitas sosial di tengah warga Medan yang menderita lantaran banyak jalan yang rusak.

“Berdalih fasilitas laptop dan tablet diusulkan untuk mendukung kinerja menampung aspirasi warga. Sangat tidak logis, alasan yang diungkapkan sekretariat dan beberapa anggota DPRD penyedian laptop dan tablet sangat mendesak direalisasikan, DPRD Medan tidak peka terhadap derita yang dialami warga Medan,” ujar Sekretaris LAPK, Padian Adi.

Menurut dia, di saat masyarakat sedang menderita dengan pelayanan publik dan kondisi infrastruktur yang buruk, DPRD Medan menyandera Pemko Medan untuk memenuhi permintaan laptop dan tablet baru.

“Sangat tidak masuk akal, kondisi komputer yang lama di DPRD Medan masih baik dan layak pakai, harus diganti dengan laptop baru dengar harga yang mahal,” sambungnya.

Dijelaskannya, DPRD Medan idealnya hadir ke masyarakat untuk meraih simpati dengan meringankan penderitaan rakyat, bukan malah sebaliknya mengkhianati amanah rakyat dengan meminta fasilitas pribadi tetapi berdalih untuk kepentingan rakyat.

“DPRD Medan seharusnya berada di garda terdepan mengkritisi kinerja Pemko Medan yang buruk dan mendesak pelayanan publik berpihak kepada rakyat. Ibarat kata bijak, ‘kalau tak bisa berbuat apa-apa apalagi membantu, minimal jangan membebani dan menambah penderitaan” ucapnya.

Padian menegaskan, warga Medan tidak boleh membiarkan pengadaan laptop dan tablet untuk anggota DPRD Medan terealisasi.

“Karena permintaan ini hanya untuk kepentingan pribadi berkedok kepentingan masyarakat, serta DPRD Medan sedang melakukan pembohongan publik.” tandasnya.(red)

Loading...