Medan | Karena mengurangi pendapatan abang becak, Supir Taxi dan supir angkot, maka tanggal (21/2/2017) mendatang ribuan massa akan lakukan aksi besar-besaran di Kantor DPRD Medan, Kantor Gubernur, Kantor Walikota Medan dan Dinas perhubungan untuk menutup angkutan umum berbasis online.

” Iya tanggal 21 Febuari mendatang, kami akan lakukan aksi besar-besaran di Empat titik, ini dilakukan karena pendapatan kami menurun, sementara kebutuhan banyak, maka untuk itu kami ingin nantinya desak pemerintan untuk menutup angkutan berbasis online ini,” Jelas Rudi selaku perwakilan dari abang becak saat press konfres di Lapangan Merdeka.

Koordinator Umum dari Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU), Johan Merdeka mengatakan bahwa keberadaan angkutan umum berbasis online sudah menyalahi UU No 22 Tahun 2009.

“Iya sudah jelas menyalahi aturan, sesuai UU No 22/Tahun 2009 serta Peraturan Pemerintah No 74 Tahun 2014 yang menyebutkan ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga berbadan hukum, serta memiliki izin penyelenggara angkutan umum.” jelas Djohan

Djohan menambahkan, bahwa jika tetap dipenuhi tuntutan, massa tidak akan beranjak dari lokasi. “Kami sudah ijin dari kapolres, kalau tuntutan tidak di penuhi, massa akan terus berada di tempat sampai tuntutan dipenuhi.” tutup Djohan (rivan)

Loading...