Menag Apresiasi Kerukunan Umat Beragama di Sumut

doa-bersama-umat-buddha-nusantara-6

M24.CO|MEDAN

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi kegiatan berdoa bersama untuk Indonesia yang dilaksanakan umat Buddha Nusantara. Kegiatan mulia ini karena umat Buddha khususnya dan umat beragama di Sumatera Utara berdoa bersama untuk Indonesia.

‘’Kehadiran saya bukan hanya memenuhi undangan, tetapi lebih penting karena apresiasi yang setinggi-tingginya kepada umat beragama di Sumut khususnya umat Buddha Nusantara yang tetap menjunjungi tinggi nilai-nilai agama,’’ ujar Lukman saat membuka acara Donor Darah dan Doa Bersama Umat Buddha Nusantara bertajuk Untuk Negeriku Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat (18/9).

Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.  Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Hari pertama, Jum’at, 18 November 2016, berlangsung pembukaan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin serta pelepasan satwa untuk kebebasan Indonesia.

Hari kedua dilaksanakan hari Sabtu, 19 November 2016, akan dilakukan doa bersama massal 10.000 umat budha untuk kejayaan Indonesia dilanjutkan Wejangan Dharma yang aka dilakulan oleh YM Passang Rinpoche dengan tema kelahiran kembali serta akan dilakukan pentas seni. Dan hari ketiga, Minggu, 20 November 2016 akan dilakukan donor darah raya di lapangan Soewondo. Donor darah ini akan dilakukan massal untuk mencapai 35.000 kantong darah.

Hadir Gubsu HT Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, anggota DPR RI  Fadly Nurzal, Kakanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, tokoh masyarakat Abdillah, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Hasrul Azwar, tokoh masyarakat lainnya, tokoh agama dan ribuan umat Buddha Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, dalam konteks Indonesia, Ber-Indonesia adalah beragama, sebagaimana beragama adalah ber-Indonesia. Sesungguhnya agama dan Indonesia meskipun berbeda namun tidak bisa dipisahkan. Itulah kearifan dan kebijakan para pendiri bangsa sehingga negara dengan keberagaman, kemajemukan dan pluralitas yang hampir semua ada di semua sektor kehidupan berbangsa dirajut dengan sedemikian rupa sehingga dapat bersatu. ” Nilai-nilai agama sesungguhnya yang menyatukan kita ditengah-tengah keberagaman,” sebut Lukman.

Lukman berharap agar nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat Sumatera Utara agar dapat mengestafetkan nilai-nilai agama yang hidup di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. “Nilai-nilai agama yang lebih baik yang menyatukan masyarakat ditengah keberagaman dapat diestafetkan kepada generasi-generasi pelanjut kita. Ini menjadi tanggungjawab kita semua. Mengestafetkan yang lebih baik kepada generasi pelanjut kita,” cetus Lukman.

Dia juga berharap kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial saja. Melainkan kegiatan yang dilaksanakan dengan keiklasan, kecintaan kita kepada Sang Pencipta dan Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara. “Mari dengan cinta kita saling mendidik, tidak dengan murka saling menghardik. Mari dengan hati kita saling mengasihi tidak dengan benci saling mencaci maki,” tutup Lukman.(winsah)

Loading...
author