Ngamen Kenalkan Alat Musik Tradisional

musikkkM24. CO l SIDIMPUAN

Masih ingatkah alat musik tradisional Tulila  yang terbentuk dari takar (tempurung) bulat kecil, seuras bambu dan tanduk kerbau. Pada takar dibuat lubang pada dua sisinya, sebagai peniupan dan saluran udara. Komponen bambu, menyatu dengan takar, dan pada bagian atasnya diberi lima lubang sebagai tangga nada.

Seterusnya, suara yang akan ditimbulkan keluar dari ujung tanduk berbentuk kerucut dan mengeluarkan alunan yang unik. “Membuatnya memang sulit, untuk mendapatkan takarnya yang berbentuk kecil dan lonjong ini yang susah. Kemudian tanduknya juga mahal, kalau untuk bambunya mudah didapat,” jelas Burhanuddin, kakek delapan cucu dari empat anak yang masing-masing sudah berkeluarga,

Tak banyak masyarakat Tapanuli Bagian Selatan yang mengerti cara menggunakan Tulila. Begitu juga dengan pelestariannya. Untuk itu, Burhanuddin yang akrab disapa Jambang ini, ingin sekali alat musik yang selalu dimainkannya bisa dilestarikan di Tabagsel dan sekitarnya

Hampir setiap hari dari pagi hingga sore tiba, Burhanuddin duduk di lorong pertokoan antara Pasar Sangkumpal Bonang dengan Plaza Anugera Kota Padangsidimpuan. Ia meliuk-liukkan alunan Tulila mengiringi langkah pejalan kaki dan pengunjung pusat perbelanjaan itu. Berbekal toa (pengeras suara) dan sebuah tempayan sebagai tadah sumbangan serta tentu saja Tulila sebagai jasa imbalan.

Kepada metro24.co, Sabtu (26/11/2016), kakek ini bercerita, “Sebenarnya saya juga malu. Malu kalau orang-orang bilang aku tidak dirawat anak-anakku. Tapi, tekad saya untuk tetap bermain tulila mengalahkan malu tersebut. Saya ingin dikenal sebagai partulila (penipu tulila). Gajah mati meninggalkan gading, saya pun nanti mati orang-orang pada tahu partulila, begitu…,” tutur kakek yang rambut dan kumisnya telah putih itu mengutip pribahasa

Sebenarnya, kakek Jambang baru tiga bulan memainkan tulila untuk mengamen. Sebab, ia masih harus menanggung biaya kebutuhan istri yang juga sudah senja. Mereka tinggal di kampung tepatnya di Desa Pargarutan Sampean, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Selain tulila, kakek Jambang ternyata mahir memainkan alat musik Nungneng yang juga sudah terlupakan. Sebab, pada mulanya Nungneng digunakan sebagai permainan musik dalam panen raya di wilayah Angkola Julu.

nungneng yang dibawanya yang kemudian diberikan kepada wartawan pun dibuatnya sendiri. Berbekal Rp40 ribu untuk satu batang bambu, ia mampu membuat lima unit nungneng dari itu. Selain bambu, nungneng itu juga diberi rajutan rotan yang digunakan sebagai penyangga dan sandangan saat memainkannya.

“Yang ini sulitnya (membuatnya) cuma pada pengkulitan bambunya, kalau tidak bagus, suaranya juga tidak baik,” katanya.

Dalam seruas bambu berdiameter 10 sentimeter, tiga bagian selubung bambu akan dikuliti sebagai pemicu suara ketika digendang. Di bagian lainnya, ada yang dikupas hingga memunculkan lubang, sehingga suara yang dikeluarkan nungneng ini akan terdengar unik.(sabar)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.