Oalah, Cemana Ini Pak, Tes Urine BNNK Asahan Diragukan

M24.CO|ASAHAN
Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi massa Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Asahan datangi kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asahan.

Kedatangan massa berseragam hitam itu membawa isue soal keakuratan hasil test urine serta rekaman pemerasan yang diduga dilakukan pihak BNNK Asahan, Selasa (18/10/2016).

Kedatangan puluhan massa dibawah pengawalan aparat kepolisian langsung diterima oleh pihak BNNK Asahan dan sempat bersitegang karena terjadi kesalapahaman diantara kedua belah pihak, massa yang tergabung dalam ormas Pekat IB langsung berorasi.

“Kami menunut agar Kepala BNNK Asahan Drs Tuangkus Harianja dicopot karena diduga sudah menyagunakan kewenangan serta memperkaya diri ” teriak dari pendemo.

Kami menuntut sebab akibat ketidak akuratan hasil test urine yang dilakukan pihak BNNK Asahan di perusahaan PT.Djaya Putra Indonesia (DPI) beberapa waktu lalu menyisakan penderitaan bagi empat orang pekerja diantaranya Djalaluddin dan Anjas Anggara pekerja yang sudah lebih lima tahun mengantungkan hidupnya diperusahaan yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit tersebut, ujar Said Mursid Ketua Pekat IB Asahan saat dikonfirmasi.

Hal itu juga dibenarkan oleh Djalaluddin dan Anjas Anggara yang didampingi istri – istri tercintanya, kami kecewa dengan hasil test urine tersebut, pasalanya pasca dinyatakan positif menggunakan narkoba oleh manajemen kami dimutasi kerja ke daerah Sumatera Barat.

“Hasil test dari pihak BNNK Asahan saya positif menggunakan narkoba, namun setelah saya lakukan cek ulang test di RSUD HAMS Kisaran saya dinyatakan negatif ” ujar Anjas Anggara sembari menuturkan akibat hasil test urine dari pihak BNNK Asahan saya dimutasi.

Kepala BNNK Asahan Drs Tuangkus Harianja melalui Kasi Berantas Kompol Khairullah didampingi Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Hendi serta dr Vera Nindyasari mengatakan, pihaknya diminta oleh pihak PT.DPI untuk melakukan test urine tehadap 125 karyawanya dan dari hasil test uriene yang disertai asesment ada tujuh orang yang positif menggunakan narkotika jenis sabu – sabu dan ganja, beber dr vera Nindyasari sebagai dokter BNNK Asahan.

Lanjut dr Vera Nindyasari dari ketujuh orang yang pekerja yang positif menggunakan narkotika ada satu orang yang mengaku tidak memakai namun perna kumpul – kumpul sama orang sedang memakai narkoba di area lapangan tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Ada satu orang yaitu Anjas Anggara yang positif tetapi tidak mengaku menggunakan, tapi hanya kumpul-kumpul saja denganm orang yang sedang memakai narkoba dilapangan ” ungkap dr Vera Nindyasari sambil menggelengkan kepala.

Sementara Kompol Khairullah menuturkan soal rekaman yang sempat diputar pendemo yang isinya diduga upaya pemerasan yang dilakukan pihaknya, “Kalau rekaman, bisa – bisa saja karena tidak bisa diketahui dengan pasti siapa orangnya ” kata Kompol Khairullah singkat. (susilawadi)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.