Pak Menhub!! Tolong Dengar Jeritan Warga Desa Binaka

nias

Warga menunjukan pembatas dilakukan pihak bandara untuk memperluas runway

M24.COlGUNUNGSITOLI

Berniat bungkam teriakan Warga Desa Binaka, Otoritas Bandara Udara Binaka Gunungsitoli, Sumatera Utara, kerahkan ratusan polisi bersenjata lengkap untuk mengawal kelangsungan proyek pelebaran landasan pacu, (Runway).

Kepada metro24.co, Yafeti Zebua, seorang warga Desa Binaka, Rabu (19/10/2016), menuturkan, kedatangan polisi membuat warga desa takut. Dimana, warga kawatir akan ditangkap bila tetap mempertahankan hak atas kepemilikan tanah warisan orang tua mereka.

“Sebaik datang, polisi bersama otoritas bandara langsung menerobos palang pembatas tanah yang kami buat, karena kalah jumlah kami takut melawan dan hanya bisa pasrah melihat tanah warisan orang tua kami diserobot,”ucap Yafeti.

Menurut Yafeti lagi, kedatangan ratusan polisi bersenjata menggambarkan sikap otoriter yang sengaja dipertontonkan otoritas bandara terhadap warga desa binaka.

“Otoritas bandara mengklim jika sebelumnya tanah itu sudah di hibahkan orang tua kami, namun saat ditanyai soal surat hibah dimaksud, otoritas tidak bisa menunjukan,”ungkapnya.

Lanjut Yafeti, warga desa hanya menuntut keadilan dan haknya dari itu mereka berharap agar Menteri Perhubungan memberi perhatian serius atas tindakan otoritas bandara.

Pantauan metro24.co, terlihat dua alat berat eskavator melakukan pekerjaan pengerukan tanah sebagai pondasi dasar pembangunan runway, pagar, dan jalan bandara. Selain itu, terlihat pula ribuan tanaman jagung milik warga yang rusak akibat terlindas eskavator.

Untuk diketahui, sebelumnya sejumlah Warga Desa Binaka, Kecamatan Gunungsitoli, menolak pembangunan perluasan runway di Bandara Udara Gunungsitoli. Penolakan dilakukan akibat lokasi pembangunan berada tepat di atas tanah warisan orang tua mereka. (noris)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.