Parah Kali Bah ! 8 M Dana Insentif Guru di Langkat Diselewengkan

KORUPSI
M24.CO|LANGKAT

Hari jadi (HUT) ke-71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2016, teryata belum membawa kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Sebab, masih ada saja guru yang tertindas dan belum mendapatkan hak mereka.

Seperti di Kabupaten Langkat. Para pangajar ini tengah gundah gulana. Sebab sedikitnya 900 guru didik se-Kabupaten Langkat belum menerima aliran dana Insentif selama 2 tahun yang semestinya mereka terima senilai Rp 750 ribu per triwulan. Dengan demikian jika ditotalkan dana yang belum tersalurkan senilai 8 miliar.

Seperti yang diutarankan salah satu guru usai menjalankan upacara HUT PGRI, Jumat (25/11/2016). Dia dan beberapa sangat resah dengan belum keluarnya insentif selama dua tahun belakangan ini. Padahal, biasanya setiap pertiga bulan mereka selalu mengambil uang insentif tersebut.

“Iya bg. Gak tahu kami entah kenapa,” jelas guru berhijab ini.

Padahal, papar dia, dari pusat sudah dikeluarkan anggaran. Namun, saat ditanya ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Langkat. Pihak Dinas terus beralasan belum ada dikirim ke Dinas. “Jadi, sebenarnya kemana anggaran itu bang. Soalnya, didaerah lain seperti di Binjai saja, anggaran sudah leluar. Tapi, kenapa di Langkat belum,” terang beberapa guru bertanya-tanya.

Dimana jelasnya, untuk guru se-Kabupaten Langkat lebih kurang 900 orang. Dengan demikian, jika ditotalkan selama dua tahun ini. Anggaran yang belum dikucurkan selama ini senilai 8 miliyar rupiah.

“Kemana lagi kami harus mengaduh bang,” terangnya.

Sebab, pihak ketua PGRI sendiri sudah kami beritahukan terkait penyaluran anggaran ini. Tapi sayang, sejauh ini belum ada kejelasan anggaran tersebut. “Kuta lihat tanggal 10 nantilah bang. Soalnya, pihak Dinas janji bulan 10 nanti mau dicairkan. Itupun hanya separuhnya dulu jadi pihak dinas,” tegas mereka.

Untuk diketahui, Kebudayaan (Mendikbud) menyatakan telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas guru honorer dengan peningkatan alokasi anggaran mencapai lebih dari 100 persen.

“Insentif yang bukan PNS, yang dialokasikan anggarannya tahun lalu 43 ribu guru, tahun ini menjadi 108 ribu guru. Anggarannya dari Rp155 milyar di 2015, sekarang menjadi Rp. 389 milyar. Peningkatannya lebih dari 100 persen,” kata Mendikbud Anies Baswedan, beberapa waktu lalu. (bambang)

Loading...
author