Paviliun Keluarga Raja Inal Siregar Terbakar

274
raja-inla
Favilium milik keluarga Almarhum Raja Inal Siregar di Jalan Raya Sipirok Km 4,5, Kota Sidimpuan terbakar (metro24.co/sabar)

M24.CO|PADANGSIDIMPUAN
Sebuah Favilium milik keluarga Almarhum Raja Inal Siregar di Jalan Raya Sipirok Km 4,5, Kota Sidimpuan terbakar. Dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Secara pasti belum diketahui penyababnya. Namun, saat kejadian saya melihat ada api di lahan sebelah utara, angin pun datang dari arah itu, kemungkinan besar sumber api diterbangkan angin ke atap yang terbuat dari ijuk,” terang Hery Gumawan (59), pria yang dipercaya menempati gedung dan pavilun itu sejak tahun 2015.

Kepada metro24.co, Hery mengatakan, saat itu istrinya Masdinaria (36) dan putrinya Aulia Harfa (14) berada di gedung utama di bagian paviliun. Keduanya sedang memasak untuk makan siang.

“Sedangkan kami sedang rapat di kantor hotel, tiba tiba pegawai hotel melihat asap dan melaporkan pada saya bahwa tempat tinggal saya terbakar. Saya pun berlari bersama sebagian besar karyawan hotel. Kami sempat berupaya memadamkan dengan peralatan pemadam atau racun api. Namun, karena atap terbuat dari ijuk rasanya upaya kami sia-sia. Kami pun memutuskan untuk menyelamatkan barang-barang saja. Saat itu, kobaran api belum merembet ke bagian bawah,” ungkapnya.

Hery menjelaskan, mendengar teriakan kebakaran, istri dan anaknya langsung berupaya menyelamatkan diri. Dan, upaya evakuasi barang-barang dilakukan karyawan hotel bersama warga lainnya, walau tak semua barang bisa diselamatkan.

“Petugas pemadam kebakaran datang juga tetapi api sudah meratakan bagunan. Begitu pun kami berterima kasih kepada Pemkab Tapsel yang sudah ikut berupaya melakukan pemadaman,” ujarnya.

Sementara itu Kalaksa BPBD Tapsel Ahmad Ibrahim mengatakan, mendengar kabar kebakaran gedung tersebut, pihaknya langsung mengerahkan regu pemadam menuju lokasi.

Namun, sesampainya di lokasi, api sudah meratakan gedung dan paviliun peninggalan Raja Inal Siregar yang dikenal dengan pola membangun daerah dengan Marsipature Hutana be (Martabe) tersebut (sabar)

Loading...