Pelit Kali Bah! Pemakaian Lift DPRD Medan Dibatasi


MEDAN|Pemasangan imbauan lift khusus pimpinan DPRD Medan dan anggota DPRD Medan di pintu masuk lift mulai dari basemen hingga lantai enam gedung DPRD Medan mendapat kritikan dari Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Mulia Asri Rambe.

Menurutnya pemasangan imbauan itu tidak etis dilakukan di rumah rakyat. Gedung bernilai Rp90 miliar ini dibangun menggunakan uang rakyat, bukan pribadi. Untuk itu, dirinya meminta Sekwan DPRD Medan, Abd Azis, kembali mencabut kebijakan yang dianggap kurang populis tersebut.

“Jangan ada pembatasan siapapun yang mau datang dan menggunakan fasilitas lift ini. Rakyat bebas mau datang kapanpun untuk menemui perwakilannya. Anggota dewan nggak perlu di jaga-jaga seperti sekarang ini, didalam lift ada satpam. Nggak cocok itu,” ungkapnya yang terkejut dengan adanya tulisan bernada larangan, Senin (6/2).

Bayek sapaan akrab pria yang juga menjabat Ketua DPC Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Medan ini, juga menampik isu yang beredar kalau peletakan imbauan lift khusus itu permintaan dari sejumlah anggota DPRD Medan.

Menurutnya tidak ada urgensinya antara pembatasan penggunaan lift dengan kinerja anggota dewan. “Apa gedung DPRD Medan ini sudah tidak nyaman lagi bagi anggota dewan atau lainnya. Kalau memang seperti itu anggapannya, kan bisa meminta aparat kepolisian untuk memberikan keamanan. Bukan dengan cara-cara memblokir seperti itu. Nanti apa kata masyarakat. Gedung ini pake uang rakyat, kita bekerja untuk rakyat,” ketusnya seraya meminta tulisan bernada pelarangan menggunakan lift khusus pimpinan dan anggota dewan segera dicabut.

Lebih lanjut Bayek menegaskan, konstituen (masyarakat) dengan anggota dewan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Di mana 50 anggota dewan yang duduk di kursi parlemen daerah saat ini adalah orang-orang pilihan yang dipercayakan masyarakat sebagai wakilnya.

“Tugas utama kita adalah menampung aspirasi dan mewujudkan keinginan konstituen. Kalau mereka saja sudah dibatasi untuk bertemu dewannya, kapan lagi mereka dapat menemui para wakil rakyatnya,” pungkasnya.

Pada berita sebelumnya, Sekretariat DPRD Medan, Abd Azis, mengeluarkan kebijakan bagi seluruh PNS, Wartawan, Cleaning Service maupun tamu yang berkunjung ke gedung DPRD Medan. Di mana mantan Kadispora Kota Medan ini mengeluarkan imbauan berupa tulisan pelarangan penggunaan lift khusus.

“Mulai hari ini kita buat lift khusus anggota dewan dan unsur pimpinan. Itu kebijakan saya. Karena selama ini saya lihat semua berdesakan untuk masuk dalam lift yang sama. Kan gak enak kalau dilihat,” ungkapnya, Jumat (3/2).

Mantan Kadispora Kota Medan ini menambahkan, selama ini lift di gedung DPRD Medan sering dipergunakan untuk membawa barang petugas cleaning servis dan sebagainya.

“Tidak ada permintaan dewan. Ini murni kebijakan saya. Jadi kedepannya ada lift khusus angkut barang dan dewan. Sambil berjalannya waktu, kita juga akan siapkan satpam ditiap pintu untuk mengatur,” tegasnya kala itu. (red)

Loading...
author