Pembakaran Kapal : “Bagaimana Nasib Suami dan Anak Kami, Pak?”

leidongM24.CO |LABUHAN BATU UTARA – Penahanan 17 nelayan tradisional Simandullang oleh Polres Labuhanbatu terkait pembakaran boat yang terjadi beberapa waktu lalu membuat keluarga mereka resah.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Ketua DPRD Lauhanbatu Utara (Labura) Drs H Ali Tambunan dan rombongan ke Desa Simandullang Kecamatan Kualuhleidong, kemarin.

Ungkapan keprihatian dan kekhawatiran tersebut disampaikan Siti Salehah, Irda Batubara dan Erni Batubara. “Bagaimana nasib suami kami, pak? Bagaimana kami menghidupi anak-anak karena ayahnya ditahan?” keluh Siti Salehah dan Irda Batubara dalam pertemuan itu.

Sementara Erni Batubara menyatakan, penahan boat mereka di Sei Berombang membuat suaminya tidak dapat melaut. Padahal penghasilan mereka adalah dari hasil tangkapan laut suaminya dengan menggunakan boat.

Menanggapi keluhan dan kekhawatiran mereka, Ali menyatakan pihaknya akan terus berupaya mencari solusi terbaik. “Karena itulah kami datang ke sini. Sebenarnya kami ingin datang lebih cepat, tapi karena banyaknya agenda di DPRD, baru hari inilah kami bisa datang,” katanya.

Ali menyebutkan, pihaknya akan mencoba membicarakan persoalan itu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Diharapkan melalui mediasi, persoalan yang menimpa warga Simandullang tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Terkait penahan boat, pihaknya mencoba mencari solusi seperti mengupayakan pinjam pakai.

Sejumlah nelayan yang ditemui di sela-sela pertemuan itu menyebutkan, penghasilan mereka bertambah dalam sepekan terakhir pasca-insiden pembakaran boat. Hal itu dikarenakan pukat trawl gandeng tidak beroperasi. “Penghasilan kami bertambah setelah pukat trawl gandeng tidak beroperasi setelah terjadinya pembakaran boat beberapa waktu lalu,” kata salah seorang nelayan.(Red)

Loading...
author