Pemerintah Tak Peduli, Jalan Denai Rusak Parah Bakal Menanti Korban

M24.CO|MEDAN
Kondisi jalan di Kota Medan sangat memprihatinkan. Sepanjang ruas Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai rusak parah. Bila hujan, kondisi jalan bak kubangan kerbau dan sulit dilintasi kenderaan roda dua dan empat.

wandi

Jalan Panglima Denai yang rusak parah hingga kini belum diperbaiki, disyaki karena seringnya mobil truk bertonase lebih hingga jalan ini rusak (m24/wandi)

Amatan M24 Grup dilapangan, mulai dari simpang Jalan Perjuangan menuju Fakultas Kedokteran UMSU, kondisi jalan penuh lubang. Pengguna jalan ketika melintas harus ekstra hati-hati. Jika tidak akan terjerembab ke lubang jalan.

Info diimpun, sudah hampir 3 taun kondisi jalan rusak parah. Masyarakat yang melintas sangat mengelukan infrastruktur seperti ini. Bahkan tidak sedikit pula kenderaan mengalami kecelakaan dan masuk ke lubang maut.

Sampai saat ini, menurut warga disana, belum ada niat Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperbaiki infrastruktur tersebut. “Kondisi jalan ini dibiarkan pemerintah bertahun-tahun rusak parah,” ujar Aswin (48) , kemarin  (7/11/2016).

Keadaan ini juga dikeluhkan pengguna jalan, Salman (38) warga Tembung. Katanya, akses jalan tersebut menghubungkan masyarakat ke Bandara Kualanamu dan inti kota. Akibat jalan rusak, maka aktivitas warga menjadi terganggu.

“Jalan ini tidak layak dilintasi warga. Pengguna jalan seperti berada di dalam kapal yng terombang-ambing diantam badai. Ketika kenderaan masuk lubang, perut terhenyak sakit dan kenderaan pun rusak,” pungkas Salman menyayangi kerja pemerintah.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran UMSU, Farida Hanum menuturkan, seharusnya pemerintah peduli dengan akes jalan ini dan segera memperbaikinya. Jalan ini juga menghubungi ke kampus UMSU dan ramai dilintasi berbagai jenis kenderaan.

“Kawan kami sudah jadi korban kecelakaan. Kretanya terjatuh masuk lubang hingga terluka. Apabila pihak terkait tidak juga memperbaiki jalan tersebut, maka lubang jalan itu bakal menanti dan merenggut korban selanjutnya,” kesal wanita itu. (wandi)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.