Pengibaran Bendera Pemko Sidimpuan di Puncak Everest tak Sesuai Perda

M24.CO l PADANGSIDIMPUAN
Gambar yang memberitakan tentang Bendera Pemko Padangsidimpuan berkibar di Everest Base Camp (EBC) Kathmandu, Nepal pada 8 November 2016, lalu oleh Khoiruddin Nasution, yang juga anggota DPRD Kota Padangsidimpuan menoreh kritik dari beberapa kalangan dan masyarakat Sidempuan.

Saut Togi Ritonga, seorang pemerhati masyarakat di Pemko Padangsidimpuan kepada metro24.co, menilai ada kekurangan dalam gambar logo yang terdapat pada bendera yang dikibarkan itu.

“Tak ubahnya lambang negara yang harus kita hormati dan junjung tinggi sebagai jati diri bangsa, demikian juga halnya dengan logo daerah yang merupakan ungkapan atau cermin daerah itu,”papar Togi, panggilan kesehariannya. Untuk membuat gambar atau lambang tertentu pastilah perlu kajian khusus karena apa pun gambar yang ada pada lambang tersebut pasti memiliki makna.

Saat hal itu dikonfirmasikan dengan Kabag Hukum Kantor Walikota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki Nasution, SH, ditemui Rabu (16/11) mengatakan, untuk logo daerah Kota Padangsidimpuan sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 Tahun 2001 Lambang Derah dan Penggunaannya.

Dengan menunjukkan Perda tersebut pada Pasal 3 disebutkan mengatur tentang ukuran dan perbandingan ukuran dalam pembuatan gambar atau lambang yang ada pada logo tersebut. Sementara pada pasal 4 disebutkan warna yang terdapat pada lambang seperti warna dasar hijau muda, bintang bersudut lima berwarna kuning, padi berwarna kuning, kapas berwarna putih dan kulit kapas berwa hijau tua.

Selanjutnya bagas godan dan buku berwarna putih setangkai salak berwarna coklat dengan jumlah biji 45, pedang dan tombak berwarna hitam, ulos berwarna putin, tulisan SALUMPAT SAINDEGE berwarna hitam serta disebutkan lambang daerah berbentuk bendera memakai warna dasar kuning tua. (sabar)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.