Pengusaha Hawaii Ponsel Mangkir Lagi Dipanggil DPRD Binjai

M24.CO|BINJAI

Untuk mengklarifikasi dugaan HP bodong yang dijual oleh Hawaii Ponsel, Komisi B DPRD Binjai kembali mengundang pengusaha Hawaii Ponsel guna menggelar Rapat Dengar  Pendapat (RDP), Senin (10/10/2016).

Ironisnya, pengusaha Hawaii Ponsel tetap mangkir. Hal ini pun membuat Komisi B DPRD Binjai semakin berang. Sebab, undangan yang diberikan oleh lembaga terhormat tetap tak dihiraukan.

Menurut dr Edy, anggota Komisi B, pengusaha Hawaii Ponsel harus diberi surat peringatan kedua. “Kalau surat peringatan kedua ini tetap tidak dihiraukan, kita rekomendasikan kepada pihak terkait untuk mencabut izin usahanya,”‘tegas dr Edy.

Bahkan, sikap membandel pengusaha Hawaii Ponsel membuat dr Edy merasa tak dihargai selaku wakil rakyat. “Sudah berulang kali pengusaha Hawaii Ponsel ini tak hadiri undangan kita. Kalau lembaga ini saja tak dihargainya bagaimana dengan yang lain,” tegas dr Edy sembari meminta pihak Deskoperindag dan UKM untuk kembali menyurati pengusaha Hawaii Ponsel.

Menindak lanjuti hal ini, Ihsan, Kasi Informasi Deskoperindag dan UKM, mengaku kalau pihak Hawaii Ponsel belum memberikan foto kopi sertifikat kode postel yang diminta sesuai dengan surat peringatan pertama.

“Ketika kita minta sertifikat itu, pengusaha Hawaii Ponsel mengaku tidak tahu. Karena itu kami mencoba menjelaskan. Dimana kami sebutkan kepada pengusaha, sertifikat kode postel itu dapat diambil dari distributor atau produsen. Jika penjual meminta, tentunya distributor atau produsen sudah memahami dan akan memberikannya,” terang Ihsan.

Tapi entah kenapa, kata Ihsan, pengusaha Hawaii Ponsel belum menyerahkan sertifikat kode postel tersebut. “Surat peringatan kedua akan kami layangkan. Jika sertifikat ini tidak ada juga, kami akan langsung cek ke Jakarta,” paparnya. (dan)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.