Petani di Madina Terancam Gagal Panen

160

M24.CO|MADINA

Akhir-akhir ini petani di tiga desa di kecamatan Ulu Pungkut Kecamatan, Ulu Pungkut Kabupaten, Mandailing Natal, kebingungan setelah padi mereka diserang hama penyakit aneh.

Akibatnya serangan hama yang belum di ketahui penyakit apa, hasil panen padi warga pada  tiga desa tersebut akan mengalami penurunan drastis bila tidak dilakukan pencegahan dan pengobatan.

“Dalam tiga musim belakangan ini  ada sejenis penyakit  menyerang tanaman padi di desa Alahankae, Hutagodang dan desa Habincaran ,” ujar salah seorang petani, Andi Hakim  kepada wartawan, Sabtu (15/10) sore.

Dikatakan Andi,  penyakit yang menyerang tanaman padi pada tiga desa tersebut  mulai terlihat sejak padi mulai berumur 2 bulan atau ketika bulir mulai keluar hingga panen.

“Ciri-cirinya penyakitnya  diawali dengan daun padi berwarna  kekuning-kuningan dan, pada  saat bulir padi keluar warnanya akan menjadi kuning  dan kehitam-hitaman dan semakin bertambah usia  padinya  daun-daun menjadi semakin layu.,” ujarnya.

Meskipun para petani sudah melakukan pencegahan dengan melakukan penyemprotan dengan Pestisida  namun penyakit padi yang disebut masyarakat setempat denganBoro ini bisa teratasi oleh petani.

Pada umumnya jenis varitas padi yang diserang penyakit  ini adalah varitas padi kantor seperti Ceerang.  Sedangkan varitas lokal cenderung  hanya sedikit.

Atas kondisi inilah, para petani yang ada dikecamatan Ulu Pungkut mengharapkan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal agar turun langsung kelapangan didalam mendampingi petani untuk mengatasi penyakit aneh yang menyerang tanaman padi warga tersebut, mengingat dampak dari penyakit  ini sudah mulai mengkhawatirkan para petani.(putra)

Loading...