Poldasu Diminta Objektif Tangani Pungli Dwelling Time

237

M24.CO|MEDAN
Pihak kepolisian diminta objektif dalam menangangi persoalan waktu tunggu barang dari kapal sampai keluar pelabuhan (dwelling time) yang dianggap banyak terdapat pungutan liar (pungli).

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Surianto SH mengatakan polisi harus objektif menangangi kasus terkait dwelling time di Pelabuhan Belawan.

“Apa yang telah ditangani pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sumut, kita harapkan dapat dilakukan penanganan secara objektif dan jeli. Dan segera dilakukan gelar perkara sehingga seluruh persoalan ini dapat diketahui secara terinci,“ tegas Surianto, Sabtu (8/10).

Dwelling Time, sambungnya, adalah bisnis yang telah disepakati secara bersama, tanpa ada yang dirugikan. “Ini adalah bisnis to bisnis tidak ada bisa disalahkan. Karena bagaimana pun ada tarif kesepakatan bersama yang berlaku baik antara pengguna maupun pemakai jasa itu sendiri. Jadi kita hanya minta dilakukan objektif saja penanganannya, serta jernih melihat masalah ini,” ujar Surianto yang akrap di sapa Butong ini.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu lalu Poldasu melakukan penanganan terhadap kasus Dwelling Time yang menangkap Herbin Polin Marpaung yang merupakan pengurus Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) hingga berimbas kepada aksi unjuk rasa buruh bongkar muat di Belawan yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Dermaga Ujung Baru Belawan, Terminal Peti Kemas Dosmetik Belawan (TPKDB) dan Dermaga Belawan International Container Belawan (BICT). (red)

Loading...