Polisi Sudah Kantongi Identitas Pembunuh Hajah Siti Fatimah

325
r-2
Hajah Siti saat akan dimakamkan oleh warga ke TPU (metro24/jarik/rudi)

M24.CO|LANGKAT

Misteri pembunuhan Hj Siti Fatimah (70) alias Etek, warga Dusun Fajar Desa Pematang Tengah, Kec Tanjungpura, Kab Langkat menemui titik terang. Petugas Polsek Tanjungpura bekerjasama dengan Polres Langkat sepertinya sudah mengantongi identitas pelaku.

“Kami bekerja sama dengan Polres Langkat untuk pengungkapan kasus ini. Insya Allah dalam waktu dekat ini, pembunuh Etek akan kita ringkus, ujar Kapolsek Tanjungpura, AKP P. Ardianto, kemarin (6/10/2016).

Kapolsek juga memastikan bila Siwa (40), warga setempat yang ditangkap pascapembunuhan tak terkait. “Yakni Siwa (40). Tapi karena tidak ada tanda-tanda menuju ke sana, Siwa sudah kita lepaskan,” tambah Kapolsek di hadapan Jamilah (53).

Jamilah merupakan anak kakak korban, yang tinggal 500 meter dari kediaman Etek. Tak heran bila ia paling dekat dan sering menghantar makanan maupun mengurus korban. Sementara keponakan lainnya baik dari kakak dan adik korban jarang berkunjung.

Kepada M24, Jamilah yang menunggu kedatangan jenazah korban dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan, mengaku tak memiliki firasat. Namun, korban ada berpesan kepadanya. “Kalau aku mati, kau tengok barang-barangku. Kusimpan di atas kandang ayam di dapur,” katanya mengenai pesan korban sambil menyeka air mata sembari berharap pelaku pembunuhan segera terungkap.

“Kok tega kalilah yang membunuh Etek,” isaknya.Berbeda, Kepala Desa Pematang Tengah, Kec Tanjung Pura, Khaidar justru menyatakan bila korban berpesan agar hartanya dibagi rata dengan keluarga.

“Sebelum kematiannya si nenek mengasi pesan kepada keluarganya. Bahwa beliau ada simpan harta benda berupa emas. Si nenek berpesan, jika dia mati nanti, emasnya minta dibagi-bagikan kepada keluarganya,” ucap Haidar ketika datang melayat.

Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP Mulya Hakim Solichin SIk melalui Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedy Darma SH mengaku masih menunggu hasil autopsi terhadap jasad korban. “Sekitar 10 hari nanti baru kita dapat penjelasan dari pihak kedokteran Rumah sakit Bhayangkara Medan. Jadi, tanda-tanda kekerasan belum bisa kita pastikan. Yang jelas kita berdoa semoga kejadian pembunuhan ini cepat terungkap,” kata AKP Dedy Darma SH. (metro24/jarik/rudi)

Loading...