Anggaran Panwas Pilkada Lambat, Bawaslu Lapor Gubsu

MEDAN| Ketua Bawaslu Sumut Safrida P Rasahan mengatakan bahwa kehadiran para pengurus Bawaslu Sumut guna melaporkan terkait persiapan Pilkada Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Utara pada Februari 2017 dan persiapan pilkada kabupaten/kota serta 1 Provinsi pada tahun 2018 yang akan datang.

Disampaikannya, saat ini Panwaslu Kabupaten Tapteng sampai ke level kelurahan sudah 4 bulan belum menerima honor. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu kinerja Panwas. Karena dari Rp8 miliar dana yang telah dianggarkan pada tahun anggaran 2016 baru cair sekitar Rp2 miliar.

Untuk itu Syafrida mengharapkan agar sisa dana tersebut dapat dicairkan di awal Januari 2017 agar pelaksanaan Pilkada tersebut dapat berjalan dengan lancar. “Sementara untuk dana KPU sudah dialokasikan sekira 60 persen dari dana yang telah dianggarkan,” ujar Syafrida.

Dalam kesempatan tersbut Syafrida juga menyampaikan perkembangan terkini di Tebingtinggi. Untuk kota Tebingtinggi menurut Syafrida yang perlu menjadi perhatian adalah tingkat partisipasi. Karena pihaknya khawatir tingkat partisipasi di Tebingtinggi rendah karena hanya memiliki calon tunggal.

“Diharapkan Pemprovsu dapat membantu agar tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih dalam pilkada tersebut dapat meningkat. Jangan sampai terjadi seperti di Kota Medan pada pilkada yang lalu,” cetusnya.

Kemudian Syafrida juga menyampaikan untuk Pilkada tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara yaitu akan diikuti 8 Kabupaten/Kota ditambah 1 Provinsi. Dan dari 8 Kabupaten/kota di Sumatera Utara yang mengikuti baru 2 kabupaten yang telah mengganggarkan dana Pilkada untuk Panwaslu. Sedangkan untuk Pilgub menurutnya hingga saat ini tidak ada masalah.

“Diharapkan Pemprovsu dapat mendorong kabupaten/kota yang akan mengikuti untuk dapat menganggarkan dana pilkada tersebut,”harap Syafrida.(winsah)

Loading...
author