Gawat!! Diamankan Timses Paslon Kumpuli Formuli C6

 

M24.CO | SIANTAR

Mengaku Tim Sukses pasangan calon (paslon) petahana, R.Nainggolan, Senin (14/11/2016) sekitar pukul 12.00 Wib diamankan Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar dari kediamannya Jalan Kemiri, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

Warga yang mengaku bernama R.Nainggolan itu diamankan dan dibawa ke Kantor Panwaslih Siantar Utara Jalan Cokroaminoto setelah adanya laporan warga yang mengungkap bahwa warga Jalan Kemiri itu mengumpulkan Formulir C6 milik sejumlah warga.

Di hadapan warga yang melapor tersebut, Nainggolan dengan terus terang mengakui kalau Formulir C6 itu dikumpulkannya atas perintah seorang bernama Selamat yang sering mangkal di Kedai Kopi dekat SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Kata Nainggolan C6 itu akan diserahkan kepada paslon petahana, Hulman-Hefriansyah.

Hari itu juga R.Nainggolan diboyong ke Kantor Panwaslih untuk menjalani pemeriksaan, sedangkan warga pelapor sudah resmi melaporkan kasusnya ke Panwaslih dan sudah manjalani pemeriksaan, berikut saksi-saksi.

Ketua Panwaslih Kecamatan Siantar Utara, Romedi Saragih kepada wartawan mengatakan, oknum yang mengumpulkan Formulir C6 itu sudah diproses setelah sebelumnya memeriksa warga pelapor dan saksi.

Ketika msih berada di rumahnya, R.Nainggolan yang didatangi warga peduli Pilkada dan anti Money Politic itu tak berani memungkiri, karena orang yang Formulir C6 nya dengan tegas mengakui bahwa formulir mereka telah dikumpulkannya.

Saat itu juga akhirnya R.Nainggolan mengeluarkan sejumlah Formulir C6 yang masih ada di simpan di rumahnya kemudian diperlihatkan kepada warga dan Panwaslih yang mendatangi rumahnya.

Lelaki paruh baya itu juga mengaku, dia sudah beberapakali bertemu dengan Selamat di Center petahana itu. Masih menurut pelaku, imbalan dari Formulir C6 itu berupa uang ratusan ribu rupiah.

Selain R.Nainggolan, seorang warga lainnya inisial Pjg penduduk Jalan Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara juga diduga sejumlah warga ikut mengumpulkan Formulir C6 milik seorang boru Siregar yang diserahkan melalui menantunya Azmi.

Ketika didatangi oleh si pemilik C6, Pjg malah membantah dan mengatakan dia tidak ada mengumpulkan C6 miliknya, tapi dia tidak membantah ada mengumpulkan C6 milik warga lainnya. Namun saat orang yang menyerahkan C6 itu akan dipertemukan dengan Pjg, Pjg malah berdalih mau keluar sebentar untuk mengambil C6, tapi hingga berjam-jam ditunggu, oknum itu tidak muncul-muncul.

Warga yang keberatan sengaja membawa anaknya untuk mencari orangtuanya itu, tapi sekeliling tempat tinggalnya didatangi dan dicari, tak juga ketemu. Diduga warga berinisial Pjg itu sengaja “ngumpet”. Menariknya,rumah tinggal Pjg yang sekaligus dijadikan warung terpampang Spanduk berukuran besar atas nama petahana. (maris)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.