Gawat! Dua Camat di Siantar Jadi Timses Petahana

M24.CO| SIANTAR

Adanya dua oknum Camat di Kota Pematangsiantar yang diduga sebagai Tim Sukses calon walikota petahana, kemarin (10/11/2016) dilaporkan secara tertulis ke Penjabat (Pj) Walikota Siantar, Ketua Panwas Siantar dan Ketua Gakumdu Pilkada Siantar

Laporan itu dilayangkan dua Divisi Advokasi Hukum Sumut Watch, Renhard M.Sinaga SH dan Lasma Sitorus SH melalui suratnya No. 37/SW/Eks/XI/2016 tertanggal 10 Nopember 2016 perihal camat menjadi Tim Sukses Calon Petahana, sebagaimana disampaikan melalui email kepada wartawan, Kamis (10/11/2016) malam.

Dalam surat via email itu dijelaska, Sumut Watch, sebagai organisasi non pemerintah (Ornop) yang bergerak di bidang pemantauan dan pengawasan terhadap kebijakan publik di Sumatera Utara, mendapatkan informasi tentang keterlibatan sejumlah pejabat PNS/ASN menjadi tim sukses atau tim pemenangan baik berperan secara terbuka, setengah terbuka maupun tertutup, atau menjadi penyandang dana atau mobilisasi pemilih untuk memenangkan Paslon Petahana Walikota/Wakil Walikota Pematangsiantar.

Tim investigasi Sumut Watch, demikian surat itu, telah mencatat sejumlah nama pejabat PNS/ ASN PemkoPematangsiantar yang menjadi tim suk ses atau tim pemenangan bayangan Paslon Petahana HulmanSitorus Efriansyah, dan secara bertahap akan dilaporkan ke instansi yang terkait dan berwenang, dan diantaranya adalahm Camat Siantar Timur inisial ST dan Camat Siantar Utara inisial JS.

Masih menurut surat Sumut Watch, sudah menjadi rahasia umum, kedua pejabat PNS/ASN yang telah menduduki jabatan Camat setidaknya lima tahun terakhir, adalah tim sukses/ tim pemenangan Paslon Petahana, yang bertugas dan bertanggungjawab untuk memenangkan Paslon yang bersangkutan di wilayah pemerintahannya masing- masing.

Kedua oknum camat ini dituding telah berkoordinasi langsung dengan Paslon atau tim pemenangan di rumah pribadi Hulman Jalan Mual Nauli Kota Pematangsiantar. Kedua camat itu disebut sering terlihat bersama dengan Paslon Petahana atau dengan tim pemenangan lain, terutama ketika Petahana blusukan ke Siantar Timur dan Siantar Utara.

Tugas dan tanggungjawab mereka adalah mensupport konsep, dana, fasilitas dan pengerahan massa/pemilih. “Sebagai bukti awal laporan ini kami kirimkan rekaman pembicaraan tim pemenangan HulmanSitorus-Efriansyah, tentang keterlibatan Camat dalam tim pemenangan petahan itu,” ujar mereka dalam surat laporannya.

Menurut Sumut Watch, bahwa keterlibatan CamatSiantar dan Camat Siantar Utara sebagai tim sukses untuk memenangkan Paslon Petahana, baik dalam kedudukannya selaku PNS/ ASN maupun pejabat Pemko Pematangsiantar, merupakanpelanggaranterhadap UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), Pasal 2 huruf f “Azas Netralitas”.

Dan melanggar Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010, Pasal 4 ayat (15) huruf a, c dan d, yakni; “Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dengan cara :

Terlibat dalam kegiatan kampanye untukmendukungcalonKepala Daerah/ WakilKepala Daerah. Membuat keputusan dan/ atau tindakan yang menguntungkan dan merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye.

Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga dan masyarakat.1.    UU No. 1 Tahun 2015, Pasal188, bahwa : “Setiap pejabat Negara, pejabat Aparatur Sipil Negara, danKepalaDesaatausebutan lain Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (1) yakni – pejabat Negara, pejabat aparatur sipil negara dan kepala desa atau sebutan lain lurah dilarang membuat keputusan dan/ atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon selama masa kampanye, dapat dipidana denganpenjara paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan atau denda paling sedikit Rp. 600.000 atau paling banyak Rp. 6.000.000.

Karenannya, Sumut Watch mendesak agar Pj.Walikota Pematangsiantar, segera mencopot  kedua oknum camat itudan meminta Ketua Panwas Pilkada Kota Pematangsiantar, menjadikan informasi atau data ini sebagai temuan untuk difollow -up sebagai pelanggaran Pilkada, dan kepada Ketua Gakumdu Pilkada Kota Pematangsiantar didesak untuk  melakukan penyelidikan dan/ atau penyidikan tentang dugaan tindak pidana Pemilu yang dilakukan kedua oknum camat itu.(maris)

 

 

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.