Kuantitas Kepanjangan dan Pansus Kegemukan Jadi Kendala Penyelesaian Perda

M24.CO|MEDAN
Kuantitas kepanjangan ditambah struktur Pansus (Panitia Khusus) pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)DPRD Kota Medan terlalu gemuk jadi kendala penuntasan pembahasan satu Perda Kota Medan.

“Kuantitas terlalu panjang kemudian struktur pansus yang gemuk, sehingga ada satu dewan merangkap-rangkap bahas Ranperda lainnya. Ini yang buat lamanya tuntaskan satu produk Perda,” kata mantan Ketua Bapperda DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah.

Diketahui, pada tahun 2016, Bapperda DPRD Kota Medan menerima sebanyak 26 Ranperda, dengan ketentuan sebanyak 19 Ranperda inisiatif Pemko Medan sedangkan 7 Ranperda inisiatif lainnya dari DPRD Kota Medan. Dan, sejauh ini baru 15 Ranperda dibahas dengan targer 60 persen tuntas di tahun ini.

“Sekarang ini masih banyak pansus kita lagi jalan, ada yang dikebut pembahasannya karena diikuti bahasan KUA PPAS R APBD 2017. Inilah kita harapkan ke depan ada perbaikan waktu menjadi dua bulan setiap satu Ranperda,” ujarnya.

Politisi PAN ini juga mengungkapkan, kendala lain juga menjadi sandungan bagi Ranperda retribusi minuman beralkohol yang ternyata ada aturan barunya. Begitu juga terkait perangkat daerah pasca munculnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2016, sehingga mengganggu Ranperda lainnya.

“Di luar itu, kita juga masih menunggu produk Ranperda tahun lalu seperti trafficking, ini sangat dinanti hasilnya seperti apa,” pungkasnya. (red)

Loading...
author
Not Cool, Not Handsome, Not Rich, Not Famous too... Just the Sinner's wanna try to be nice MAN