Meski Di luar Pemerintahan, Gerindra tak Ingin Jegal pemerintahan Jokowi

M24.CO|JAKARTA

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria mengatakan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan sikap partai berlambang kepal burung garuda. Menurutnya Gerindra tidak mengambil momen demonstrasi 4 November.

“Kita tidak ambil momentum 4 November. Kita siap dukung di dalam atau di luar. Pertemuan itu jangan diartikan ingin kabinet. Kami senang jadi oposisi. Seperti kata Pak Prabowo, kita tidak perlu membeo. Tetap kritisi pemerintah,” kata Riza di kawasan Kebayoran, Jakarta.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini sikap konsisten juga diperlihatkan di parlemen. Mendukung yang memang perlu dan mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat.

“Kita konsisten. Di parlemen nyaman, koreksi dengan cara konstruktif, enggak asal beda langsung tolak,” tegasnya.

Riza sepakat dengan pendapat Ketua DPP PDIP, Andreas Pareira yan menganggap Gerindra sebagai mitra strategis meski berada  pemerintahan. Dan hal tersebut berkali kali disampaikan oleh Prabowo.

“Yang saya tangkap pak Jokowi lebih nyaman, walau Gerindra berada di luar. Pak Prabowo bilang enggak ingin jegal. Ingin berkuasa dengan cara konstitusional. Enggak ingin pemerintah berganti di tengah jalan,” ungkapnya.

Bahkan menurut, Riza berbagai kabar yang mendorong Prabowo akan memutuskan Gerindra akan bergabung dengan pemerintahan belum pernah dibahas. “Kalau dikomporin enggak mempan,” ucapnya.

Menurutnya kepentingan pak Prabowo sudah selesai dengan dirinya pribadi. “Hidup pak Prabowo diabadikan kepaa negara dan bangsa,” ujarnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan jarang nya, Prabowo muncul ke permukaan yang akan menjadi sorotan media. “Pak Prabowo selalu menghindari, agar tidak memperkeruh suasana. Beliau tampil hanya saat benar-benar dibutuhkan,” paparnya.

Riza menganggap angin lalu berbagai usulan untuk bergabung dengan pemerintah dan dorongan reshuflle kabinet jilid III karena Prabowo telah beberapa kali bertemu Jokowi.

“Saya pribadi ga perlu ada reshufle jilid III. Sekalipun banyak yang antri. Mudah-mudahan sisa tiga tahun pemerintahan Jokoiwi-JK bisa selesaikan program dengan baik,” katanya.[viva]

Loading...
author