Pilkada Aceh, Mantan Komandan GAM Muzakir Manaf Klaim Raup Suara Terbanyak

213


ACEH|Pasangan calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid, mengklaim telah meraup suara terbanyak dalam Pilkada Aceh 2017, walaupun proses penghitungan resmi masih berlangsung.

Berdasarkan perhitungan sementara oleh internal Partai Aceh, mereka mengklaim meraup suara terbanyak setidaknya di sembilan kota atau kabupaten.

“Di sejumlah besar di kabupaten di Aceh, dengan data ke kita (Partai Aceh), pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid unggul (dari pasangan calon lainnya),” kata juru bicara DPA Partai Aceh, Suadi Sulaiman.

Komisi Independen Pemilihan, KIP, Aceh, dalam laman resminya menyatakan, pihaknya baru akan memberikan keterangan resmi perihal antara lain perolehan suara ini pada Kamis (16/02) pagi.

Lebih lanjut Suadi mengatakan, setidaknya pasangan calonnya untuk sementara meraup suara terbanyak di setidaknya sembilan kabupaten, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Timur dan Aceh Utara.

“Dan perolehan ini bisa berubah naik lagi, karena belum semua kabupaten masuk datanya,” akunya.
Sejumlah kabupaten yang disebut Suadi selama ini dikenal sebagai wilayah yang disebut sebagai basis dukungan terhadap Partai Aceh atau sosok ketuanya, Muzakir Manaf.

Tak ada gangguan keamanan
Belum ada protes atau tanggapan resmi atas klaim ini, tetapi semenjak adanya perpecahan yang menerpa pimpinan eks Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejumlah kalangan menganggap perolehan suara Muzakir Manaf tidak akan sebanyak dalam pilkada sebelumnya.

Perpecahan itu ditandai kemunculan empat elit eks GAM yang maju bersaing dalam memperebutkan kursi gubernur dalam Pilkada 2017. Mereka adalah Muzakir Manaf, Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, serta Zakaria Saman.

Selama Pilkada 2017, tudingan sering diarahkan kepada kader Partai Aceh yang dianggap melakukan “intimidasi” terhadap warga. Tuduhan ini telah sering dibantah dan dipertanyakan oleh elit partai tersebut.

“Justru yang menuding itu yang melakukan intimidasi selama ini,” kata Suadi, tanpa menyebut siapa yang dimaksud.

Terlepas dari klaim kemenangan pasangan calon yang diusung Partai Aceh, pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2017 di Aceh dilaporkan berjalan lancar.

Dalam laman resminya, Komisi Independen Pemilu, KIP, Aceh, menyebutkan tidak ada gangguan berarti ataupun protes selama pemungutan dan penghitungan suara pilkada Aceh.

“Hasil pantauan kami, berlangsung aman dan kondusif,” kata Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi, Rabu (15/02).
Dari hasil pemantauan di sejumlah TPS di berbagai kabupaten atau kota, sejauh ini tidak ada laporan yang menyebutkan adanya gangguan selama proses pemungutan dan penghitungan suara.[bbc]

Loading...