Pilkada Siantar Menunggu Sidang Bawaslu

Banyak PNS Terseret Berpihak ke Petahana
pilkadaM24.CO | SIANTAR
Walaupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pematangsiantar telah usai tanggal 16 Nopember 2016 lalu,  dan menyatakan Hulman Sitorus-Hefriansyah (Manis) sebagai peraih suara terbanyak.
Namun hasilnya masih terganjal adanya gugatan pasangan calon (paslon) nomor utut 3 Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba (TRS-Zainal) dan nomor urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto (Westo).
Gugatan kedua paslon itu (TRS-Zainal dan Westo) telah resmi didaftarkan kuasa hukumnya, Mulayadi SH.MH ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Kita sudah daftarkan, tinggal menunggu jadwal sidangnya,” ujar Mulyadi (foto) menjawab Metro24.co melalui sambungan telepon, Kamis (1/12/2016).
“Dari kelengkapan saksi dan bukti-bukti ini, bisa kita sebut perbuatan itu dilakukan secara terkoordinasi, sistematis dan massif atau TSM,” tandas Mulyadi.
Ditanya kenapa tidak ke Mahkamah Konstitusi (MK)? Ke MK katanya hanya menyangkut selisih suara, sedang ke Bawaslu jika ada ditemukan pelanggaran yang bersifat TSM. Ini katanya diatur dalam UU No 10 tahun 2016 dan Peraturan Bawaslu No 13 tahun 2016, maka jika ada pelanggaran pada Pilkada akan disidangkan di Bawaslu, dan hakimnya nanti adalah komisioner Bawaslu.
Menananggapi kemungkinan adanya oknum-oknum Aparatur Sipil Negara atau ASN (dulu PNS) terlibat dan berpihak pada salah satu paslon atau berpihak ke paslon petahana? Kemungkinan itu katanya sangat besar ada ASN yang terlibat ke petahana, seperti memobilisasi pemilih. “Bukti-bukti untuk itu nanti akan kita hadirkan di persidangan,” ujar Mulyadi.
Tidak hanya itu, aliran dana yang mencurigakan sebelum dan setelah Pilkada berlangsung bisa jadi nantinya akan terungkap dalam persidangan di Bawaslu. Karena nantinya akan dimintakan peran serta pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Kalau nanti gugatan dikabulkan, maka paslon yang digugat atau paslon yang curang karena money politic, ujar Mulayadi, akan didiskualifikasi kemudian akan dilakukan Pilkada ulang.(maris)
Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.