Pleno “Pemenang” Pilkada Terancam Tunda

KPU ke MK untuk Pastikan Gugatan Westo

fa97fd5a-19a3-41b3-865d-cc77020a6c78M24.CO l SIANTAR

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar bertolak ke Jakarta untuk menanyakan kebenaran tentang adanya gugatan pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota, Wesly Silalahi-Sailanto (Westo) yang dikabarkan mendaftarkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Pematangsiantar, Mangasi Tua Purba SH melalui sambungan telepon mengatakan itu kepada wartawan, Senin (28/11/2016).

“Sudah kita berangkatkan anggota kita ke Jakarta untuk menayakan ke MK apakah benar ada gugatan pasangan calon walikota itu,”tukas Mangasi.

Kalau nanti ternyata benar ada gugatan di MK, maka pleno untuk menetapkan paslon pemenang Pilkada atau Walikota dan Wakil Walikota terpilih, terpaksa harus ditunda sampai adanya putusan MK.

Sebelumnya Batara Manurung selaku komisioner KPU mengatakan, sepanjang tidak ada gugatan Pilkada ke MK maka pleno penetapan pemenang Pilkada akan dilaksanakab hari Selasa tanggal 29 Nopember 2016.

Sedangkan batas waktu untuk mengajukan gugatan sebut Batara adalah hingga hari Senin tanggal 28 nopember 2016 pukul 17.07 Wib.

Sementara itu, Daulat Sihombing SH.MH selaku Ketua Harian Tim Pemenangan paslon Teddy Robinson Siahaan-Zainal Purba (TRS-Zainal), mengaku sudah mendengar bahwa Westo telah mengajukan gugatan Pilkada ke MK.

Sedangkan paslon TRS-Zainal lebih memilih mengadukan hasil Pilkada Siantar ke Bawaslu dan Gakumdu di Jakarta. Selain itu juga meminta agar Bareskrim turun ke Siantar untuk mengusut adanya dugaan tindak pidana dan kecurangan serta money politic dalam penyelenggaraan Pilkada Siantar.

Pelakunya sebut Daulat diduga Hulman-Hefriansyah dengan menggerakkan timnya. Indikasi ini imbuhnya dari adanya bukti-bukti dan kesaksian yang didapat.(maris)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.