Pulang Ngaji Tewas Disambar Petir

3

bocah yang tewas pulang ngaji disambar petir

M24.CO|BINJAI

Angin kencang, diringi gemuruh petir dan hujan deras yang terjadi beberapa bulan terakhir, kembali memakan kroban. Dimas Nugraha, bocah laki-laki berusia 11 tahun tewas, Jumat (14/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Pundak gosong dan kepalanya luka robek akibat disambar petir.

Peristiwa miris menimpa siswa kelas IV SD yang tinggal di Jln Samanhudin Pasar IV Kel Tanah Merah, Kec Binjai Selatan, inipun amat memukul Nasihin, ayah korban.

“Ya Allah, kok bisa kayak gini kau, nak…” isak Nasihin sembari memeluk jenazah anaknya di kamar mayat RSU Dr DJoelham Binjai.

Informasi dihimpun kru M24, kejadian nahas berawal saat korban bergegas pulang usai mengaji bersama teman-temannya. Saat itu cuaca mendung. Hujan gerimis pun mulai turun. Tiba-tiba angin kencang diringi gemuruh petir terdengar.

Takut dengan suara petir yang menggelegar, Dimas bersama teman-temannya berlari menuju ke sebuah pohon melino dengan maksud untuk berlindung. Saat itulah tiba-tiba petir menyambar pohon dan turut menganai Dimas.

“Pas petir itu menyambar pohon, korban pingsan dan langsung kami larikan ke RS U Dr DJoelham Binjai dengan mengendarai sepedamotor,” kata warga sekitar pasca kejadian.

Sebelumnya warga coba melakukan penyelamatan terhadap korban. “Awalnya warga takut juga. Seorang warga bilang, jangan dipegang dulu. Lalu, dengan teori yang sering digunakan untuk menyelamatkan orang tersambar petir, beberapa warga menggali lubang. Tubuh korban lalu dimasukkan ke dalam lubang. Sekitar 10 menit separuh tubuh korban tertanam, warga mencoba melihat denyut nadi korban, tapi tidak ada tanda-tanda. Makanya langsung dilarikan ke rumah sakit,” cerita Iqbal, warga sekitar.

“Kalau kami lihat, peci yang dikenakan korban terlihat robek, seperti terbakar,” ucapnya lagi.

Di ruangan UGD, ternyata nyawa Dimas sudah melayang. Nasihin yang datang ke rumah sakit spontan meratapi jenazah anak kedua dari tiga bersaudara itu.

“Pukul 15.00 WIB dia sempat pamit sama ibunya mau pergi mengaji. Waktu itu saya sedang jualan bakso di depan Arta Medika. Tiba-tiba saya dihubungi kalau anak saya disambar petir,” lirih Nasihin.

Usai visum, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Hasil visum menyebutkan ada luka robek di bagian kepala korban dan luka gosong di pundak kanan.

Di rumah duka terlihat pelayat terus berdatangan hingga malam hari. “Kesehariannya korban termasuk anak periang, dia baik dalam bergaul. Rencananya jenazah korban akan dimakan besok di tempat pemakaman umum,” ujar kerabat korban. (metro24/sopian)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.