Seleksi Calon Direktur PDAM Tirtasari Tanpa Tes Urine

220

M24.CO|BINJAI

Perang terhadap narkoba hingga kini terus dilakukan. Bahkan, untuk mencegah masuknya narkoba di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pihak terkait kerap melakukan tes urine, terlebih kepada calon pejabat maupun para pejabat. Itu dimaksudkan agar pejabat maupun para ASN yang ada tidak tersandung narkoba.

Namun sayangnya, seleksi Calon Direktur (Cadir) PDAM Tirtasari Kota Binjai tidak memakai tes urine sebagai salah satu persyaratan lulus seleksi. Sebab tidak tertutup kemungkinan, calon pejabat itu menjadi korban (pemakai-red) narkoba.

Menyikapi hal ini, Kabag Humas Pemko Binjai, Hendrik Tambunan, saat dikonfirmasi mengakui, kalau tes urine untuk calon pejabat maupun para pejabat sangat penting dilakukan. Sebab, kata Hendrik, semua itu untuk menunjang kinerja dalam menjalan tugasnya sebagai seorang pejabat.
Hanya saja, lanjuy Hendrik, dalam hal ini pihaknya sudah meyakini bahwa para Cadir PDAM Tirtasari sudah bebeas narkoba.

“Para calon dirut ini sebagian besar berlatar belakang karyawan PDAM. Karena itu, mereka ini setidaknya sudah menjalani tes urine sebagai mana yang sudah kami jalani sebelumnya,” kata Hendrik.

Bahkan sebenarnya, sambung Hendrik, tes urine ini bisa saja dilakukan dengan bekerja sama oleh pigak BNNK Binjai. “Tapi itu tadi, kami yakin mereka ini sebelumnya sudah menjalani tes urine,” tegas Hendrik sembari menepis tes urine tidak dilakukan karena tidak adanya anggaran.
Seperti diketahui, sebanyak sembilan peserta resmi mendaftar sebagai Calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtasari Binjai, periode 2016-2020, hingga hari terakhir masa pendaftaran, Jumat (30/9/16).

“Hingga waktu penutupan, pukul 16.00 wib, sudah ada sembilan orang yang menyerahkan berkas administrasi pendaftarannya,” kata Kabag Humas Setdako Kota Binjai, Hendrik Tambunan.

Dari sembilan peserta itu, menurut Hendrik, delapan diantaranya berlatar belakang sebagai direksi dan staf PDAM. Sedangkan seorang lagi berasal dari luar lingkungan PDAM.

“Empat orang berasal dari PDAM Tirtanadi Medan, tiga orang dari PDAM Tirtasari Binjai, satu orang dari PDAM Tirta Kualo, Tanjung Balai, dan satu orang lagi dari luar PDAM,” jelasnya sembari menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan verifikasi berkas. (dan)

Loading...