Silahkan Kalau Ada Yang Bersedia Memeliharanya, tapi Saya Berharap Ada Uang Gantinya

buayaaM24.CO|BINJAI

Buaya rawa dengan panjang sekitar 4 meter dan berat 100 Kg lebih,  diamankan pihak BKSDA Sumut dari pemiliknya, Firman alias Haris (35), warga Jalan A.R.Hakim, Kelurahan Nangka, Kec. Binjai Utara, Senin (17/10/2016). Terungkapnya pemeliharaan buaya rawa oleh warga ini setelah dipublis oleh sejumlah media cetak dan elektronik.

Menindak lanjuti hal ini, Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumut, Herbert Aritonang, beserta timnya turun ke lokasi untuk mengamankan buaya tersebut.Kehadiran tim BKSDA menjadi perhatian warga setempat. Sebelum buaya ditangkap, pihak BKSDA terlebih dahulu meminta izin dan menjelaskan tentang pemeliharaan satwa kepada pemilik buaya.

Selanjutnya, dua orang pawang buaya yang dibawa BKSDA langsung beraksi. Pintu besi dibuka dan pawang langsung menangkap buaya menggunakan tali.  Aksi kedua pawang ini menjadi perhatian warga setempat, terlebih saat buaya yang ditangkap sempat melawan.

Meski sulit, tetapi kedua pawang berhasil mengikat mulut buaya tersebut. Selanjutnya, kedua pawang langsung menarik buaya keluar dari kolamnya. Buaya pun tetap melawa dengan memutar-mutarkan tubuhnya, sehingga menyulitkan pawang untuk mengeluarkan buaya tersebut.

Pun begitu, pawang tak menyerah dan terus menarik buaya dari kolamnya. Hingga akhirnya, buaya yang sudah kelelahan menyerah dan berhasil dikeluarkan. Melihat besarnya buawa rawa itu, membuat warga setempat kaget.Begitu buaya sudah di darat, pawang langsung mengikat keempat kakinya. Setelah itu, pawang beserta BKSDA mengangkat buaya ke atas mobil untuk dibawa ke penangkar Asam Kumbang,  Medan.

Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sumut, Herbert Aritonang, saat dikonfirmasi mengatakan, tindakan yang mereka lakukan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.”Jadi sebelum kita bertindak, kita juga meminta izin kepada pemilik. Setelah pemilik memberikan izin, kita langsung menangkap buayanya. Buaya ini akan kita bawa ke penangkaran Asam Kumbang guna konservasi lebih lanjut, ” kata Herbert.

Sebelumnya,  Firman alias Haris (35), sudah memelihara buaya sejak tahun 2003 yang lalu. Buaya rawa itu diberi nama Budi, setiap harinya diberi makan bangkai ayam ataupun bangkai bebek.Menurut Firman, awalnya ia mempunyai sepasang buaya yang diberi temannya dari Lubuk Pakam. Namun tidak lama dipelihara, seekor buaya betina mati.

Buaya rawa ini awal dipelihara memiliki panjang sekitar 1 meter. Firman juga mengaku, kalau dirinya tidak keberatan seandainya ada orang lain yang mau memelihara buaya tersebut.”SilahkAn kalau ada yang bersedia memeliharanya, tetapi saya berharap adalah uang gantinya. Karena saya sudah lama memeliharanya, apalagi saya buat kolam ini dengan biaya sendiri,” ungkap Firman. (dan)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.