Soal Dugaan Korupsi Pasar Situmba Rp288 Juta, Penyidik akan Panggil Kadishut

220

M24.CO-TAPSEL 

Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tapsel kembali menjadwalkan pemanggilan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Situmba yang berada di Dusun Baringin, Desa Situmba, Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang menyebabkan negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp288 juta.

Awaluddin Sibarani yang merupakan mantan Kadis Koperindag Tapsel. Pasalnya, Senin  (03/10) Kejaksaan Negeri (Kerjari) Kota Padangsidimpuan telah mengembalikan berkas perkara tersebut untuk dilengkapi (P19).

Kepada M24.CO, Selasa (4/10) siang, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Tapsel, Aiptu Said R Harahap mengatakan, pihaknya telah menerima berkas perkara yang dikembalikan Kejari Kota Padangsidimpuan untuk dilengkapi.  Pasalnya, pihak kejaksaan mengaku kalau berkas perkara Awaluddin yang telah dilimpahkan penyidik beberapa waktu lalu belum lengkap secara formil maupun materil.

“Berkasnya sudah kita terima. Dan kita akan melihat apa yang kurang untuk dilengkapi,” ucapnya.

Lebih lanjut, beber Said, saat ini pihaknya tengah melakukan penjadwalan pemeriksan terhadap Kadishut Kabupaten Tapsel tersebut. “Lagi kita jadwalkan pemanggilannya,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, proyek Pasar Situmba merupakan pelaksanaan program revitalisasi pasar tradisional menggunakan anggaran tahun 2014 berasal dari APBN dari Kementrian Koperasi RI senilai Rp.900 juta dengan mekanisme swakelola yang dikerjakan Koperasi Wanita Saroha. Dari hasil BPKP, dalam dugaan korupsi tersebut negara mengalami kerugian senilai Rp288 juta.

Bahkan, dalam perkara sejak naik sidik tertanggal 3 Februari 2016, polisi telah menetapkan dua tersangka masing-masing Ketua Koperasi Wanita Saroha selaku penerima dan hibah, Nurhayati dan mantan Kadis Koperindag yang kini menjabat Kadis Kehutanan Tapsel, Awaluddin Sibarani.

Usai memeriksa Awaluddin, Senin (5/9) lalu dan mencecar 40 pertanyaan, penyidik pun akhirnya melakukan pelimpahan tahap pertama berkas perkara tersebut ke Kejari Kota Padangsidempuan, Senin (19/9) lalu. Setelah 2 pekan melakukan pendalaman terhadap berkas tersebut, Kejari Kota Padangsidimpuan akhirnya mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik.

Pasalnya, jaksa penuntut umum yang menangani kasus perkara tersebut menyatakan berkas perkara tersebut belum lengkang. “Ada keterangan yang kurang secara formil dan materil,” ucap Kasipidsus Kejari Kota Padangsidimpuan, Ali Akbar Dasopang, Jumat (30/9).

“Ada keterangan yang kurang secara formil dan materil,” ucapnya.

Karena itu, Kejari Kota Padangsidimpuan terpaksa mengembalikan berkas perkara yang belum lengkap tersebut supaya dilengkapi dengan bukti petunjuk (P19) kepada penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tapsel. “Kita akan melalukan P18 dan P19 Senin (hari ini),” tutup Ali. (Sabar)

Loading...