Soal Kekerasan Terhadap Wartawan, LPSK akan ‘Sambangi’ POM AU

array-copy
M24.CO|MEDAN

Setelah menerima permohonan dari sejumlah awak media terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oknum TNI AU, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berencana akan datang ke POM AU untuk menanyakan sudah sejauh mana proses hukum kasus kekerasan yang menimpa para jurnalis.

Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, rencananya pihak LPSK akan datang ke POM AU, Jumat, 11 November 2016 besok.

“Beberapa hari ini kami sudah menunggu untuk bertemu POM AU. Kami akan menanyakan, kepada mereka soal proses hukum di POM AU,” kata Hasto, Kamis (10/11) di Kantor LBH Medan.

Hasto menjelaskan, dalam kasus kekerasan ini, ada dua bentuk ancaman yang biasanya terjadi. Pertama yakni ancaman secara fisik dan psikis. Bentuk ancaman kedua yakni, adanya upaya untuk melakukan perdamaian dengan sejumlah uang yang ditawarkan.

“Jadi, kalau memang mau tetap kasus ini berjalan. Kita harus menahan godaan yang seperti itu,” beber Hasto.

Apabila nanti ada ancaman atau intimidasi sebelum LPSK melakukan paripurna, maka mereka akan memberikan perlindungan darurat.

“Kami bisa memberi perlindungan yang sifatnya darurat,” tegas Hasto.

LPSK juga menegaskan, akan bersungguh-sungguh mendalami kasus yang menimpa jurnalis di Kota Medan. LPSK pun sudah meminta keterangan sejumlah jurnalis yang menjadi korban kebrutalan TNI AU. [red]

Loading...
author