Sumut Posisi 5 Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia,

gubsu-3
M24.CO|MEDAN

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mengharapkan program kesehatan yang telah berjalan baik harus dilanjutkan dan ditingkatkan menjadi lebih baik, apalagi program penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Sumatera Utara.
Menurut data, enam provinsi di Indonesia dengan angka kematian ibu dan anak tertinggi, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan.

“Jangan sampai terhenti, program kesehatan ini harus terus dilanjutkan khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Tindakan nyata program kesehatan ibu dan anak harus menjadi perhatian penting,” sebut Gubsu Erry dalam sambutannya pada silaturahmi Jajaran Kesehatan di Gubernuran Jl. Sudirman No.41 Medan.

Hadir pada kesempatan tersebut Plt Kadis Kesehatan Provsu Agustama, Provincial Senior Advisor Program USAID EMAS Provinsi Sumatera Utara dr. Hj. Fatni Sulani, DTMH, MSi, Senior Program Manager Program USAID EMAS Damaryanti Suryaningsih MKes, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala SKPD Provsu, para Direktur Rumah Sakit Pemerintahan maupun swasta, para ketua yayasan, institusi pendidikan Provsu, Para Ketua Organisasi Profesi Bidang Kesehatan, serta jajaran Dinas Kesehatan se-Sumut.

Gubsu Erry menyebutkan sosialisasi, penyuluhan hingga upaya penanganan kesehatan yang baik bagi masyarakat terus diupayakan semaksimal mungkin. ‘’Malam ini merupakan hari bersejarah dimana semua unsur profesi kesehatan di Sumut berkumpul. Dan ini untuk pertama kalinya. Silaturahmi ini juga menurut merupakan pertemuan yang sangat penting dimana semua yang hadir disini duduk bersama membicarakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kesehatan seluruh masyarakat khususnya di Sumatera Utara,’’ sebut Erry.

Erry mengharapkan agar ada aturan yang mempertegas terkait tugas provinsi dan kabupaten /kota di bidang kesehatan. ‘’Sehingga kinerja masing-masing dapat diukur. Tidak terjadi tumpang tindih terkait tugas antara provinsi dan kabupaten kota,” sebut Erry.

Erry juga mengajak semua stakeholder yang ada untuk bersinerji dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Karena masih banyaknya masyarakat khususnya Sumatera Utara yang masih berobat ke luar negeri yang merupakan tetangga dekat seperti Malaysia dan Singapura.

Apalagi saat ini kita berada di era Masyarakat Ekonomi Asean. Oleh karenanya perlu peningkatan kompetensi di bidang kesehatan. Diperlukan badan akreditasi atau sertifikasi guna peningkatan kualitas tenaga kesehatan khususnya di Sumatera Utara.

“Kualitas tenaga kesehatan khususnya yang ada di Sumut tidak hanya diakui di tingkat daerah atau Nasional namun di tingkat Asean paling tidak,” ujar Erry.

Oleh karenanya pada pertemuan seperti ini diharapkan bisa duduk bersama untuk membentuk semacam badan akreditasi di bidang kesehatan. Sehingga semua ada standarnya apalagi kita terus dihadapkan pada persaingan global yang semakin hari semakin tajam.

“Tidak ada kata lain kita harus mempertajam kompetensi dan kemampuan kita dibidang kesehatan khususnya untuk Sumatera Utara,’’ tutur Erry lagi.

Dikesempatan itu Gubsu Erry mengatakan bahwa Sumut tidak berpuas diri dengan angka kesehatan yang lebih baik dari level nasional. Sangat baik bila asiosiasi profesi kesehatan bisa punya database. Untuk kita bisa tahu, kekuatan, kelemahan,kesempatan, serta target kita terutama di bidang kesehatan.

“Momen ini kita manfaatkan untuk kesehatan masyarakat kita, khususnya masyarakat Sumatera Utara demi Sumatera Utara yang makin paten,” tandas Erry.[winsah]

Loading...
author