Tak Disalurkan ke Kelompok Tani, Alat Pertanian Terbengkalai

bd97f4af-6e62-4ba4-9c5e-b713f6cd395aM24.CO|TOBASA

Ratusan alat pertanian seperti hand traktor, traktor mini, mesin tanam padi, pompa air, dan alat pertanian lainnya terlihat terbengkalai di UPTD Balai Benih Tanam Pangan dan Holtikultura Landbou milik Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Pemkab Tobasa yang berada di Jl Perumahan Lambou, Desa Sibarani X Kec Laguboti, Tobasa.

Amatan wartawan, Kamis (1/12/2016) lalu, ratusan unit alat pertanian itu disusun di luar gedung, dan hanya sebagian yang ditutupi pakai tenda, sementara yang lain hanya diletakkan begitu saja.

Dari pengakuan Plt Kadis Pertanian Tobasa, Lintong Sitorus kepada awak media ini, sebagian dari alat pertanian itu diperuntukkun untuk kelompok-kelompok tani. Namun alat pertanian seperti traktor mini, hand traktor dan harfaster adalah milik Brigade Arsinta (Instsitusi dari pemerintah Pemkab). Namun alat pertanian lainnya diperuntukkan untuk kelompok tani.

Untuk penyaluran alat pertanian itu sendiri, kata Lintong, akan diserahkan kepada kelompok tani yang sudah memasukkan permohonan tertulis kepada Dinas Pertanian.

“Kita menunggu permohonan para kelompok tani, nanti permohonan itu akan kita verifikasi mana yang layak dan mana yang tidak layak. Selanjutnya baru kita serahkan,” sebut Lintong, Jumat (2/12) siang.

Lanjut Lintong, jika pihaknya sebenarnya juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, soal keberadaan alat pertanian yang diperuntukkan kepada kelompok tani. “Kita sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mengajukan permohonan untuk mendapat alat pertanian itu,” lanjut Lintong.

Untuk penyaluran alat pertanian itu sendiri, kata Lintong tidak ada batas permohonan pengajuan.
“Tidak ada limit waktu, petani bisa kapan saja mengajukan permohonannya. Jadi alat pertanian itu adalah stok, kapan diminta maka kita serahkan jika permohonan itu sudah lolos verifikasi,” ujar Lintong.

Namun saat awak media ini meminta prosedur penyerahan permohonan itu, Lintong mengaku tidak perlu dan mengatakan jika semua kelompok tani di Tobasa sudah mengetahui prosedur itu. “Saya pastikan semua kelompok tani sudah mengetahui semua prosedur itu. Jadi ngak akan ada lagi nanti yang merasa dibola-bola oleh petugas. Jika ada petani yang dimerasa dibola-bola, langsung saja datang sama saya, saya selalu terbuka,” janji Lintong mengakhiri keterangannya.(alex)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.