Terkuak! Tanah Seluas 1.345 M Ditempati Bupati Asahan Milik YPMDU

rumah-bupatiM24.CO | ASAHAN
Terkuaknya status lahan seluas 1.345 M di Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota, Kisaran Barat yang diatasnya berdiri rumah tempat tinggal Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP setelah salah seorang pendiri yayasan PMDU Asahan melapor ke Bareskrim Mabes Polri.

Drs Ishak Gurning salah seorang pengurus YPMDU Asahan mengaku punya kewajiban membongkar kedok tersebut sebab perbuatan orang nomor satu di Kabupaten Asahan sudah melampaui batas, ” saya mengetahui soal itu sebab posisi saya saat itu menjabat sebagai wakil sekretaris Yayasan PMDU, lahan seluas 6,62 Ha merupakan tahan pemerintah Kabupaten Asahan yang diserahkan ke YPMDU untuk kepentingan umat ” ujar Drs Ishak Gurning ketika dikonfirmasi M24.CO dikediamanya.

Lanjut pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab. Asahan itu, dirinya mempunyai tanggungjawab moral untuk menegakkan kebenaran, ” saya didepak dari kepengurusan YPMDU, mungkin dianggap saya bakal menjadi duri dalam daging yang dapat mengganjal permainan itu dan saat ini saya bongkarkan persoalan tersebut agar publik mengetahuinya ” tegasnya.

Masih menurut pria yang mengaku dekat dengan Bupati Asahan Almarhum H Abdul Manan Simatupang yang tidak lain orang tua kandung Drs H Taufan Gama Simatupang, YPMDU bukan milik pribadi melainkan milik umat Islam Kabupaten Asahan, ” didirikan untuk kepentingan umat Islam, sehingga pemerintah Kabupaten Asahan saat itu menyerahkan lahan seluas 6,62 Ha untuk YPMDU ” tambahnya.

Sebagai salah seorang pendiri dan pengurus YPMDU dirinya sangat menyayangkan pihak – pihak yang dianggap terlibat dalam pencaplokan sebidang tanah yang merupakan milik Negara tersebut, ” pihak – pihak yang diduga terlibat mulai dari Notaris, BPN serta bagian aset pemda Asahan yang diduga dengan sengaja tidak memasukan lahan seluas 6,62 Ha tersebut ke dalam aset daerah “. Notaris dengan gampang merubah akta pendirian YPMDU tanpa ada dokumen pendukung yang palid, kemudian pihak BPN Kabupaten Asahan sebagai instansi yang mengeluarkan Surat Hak Milik (SHM) atas tanah tersbut, bebernya.

Lahan seluas 6,62 Ha di komplek Sibogat itu tidak utuh melainkan terbagi menjadi delapan kapling sebagaimana yang tertuang dalam surat keputusan Bupati Asahan No.40/Kpts/Tk.II-As/77 tertanggal 28 Juni 1977 dengan ditandatangani oleh Bupati Asahan saat itu H Abdulmanan Simatupang. Surat keputusan itu dikeluarkan setelah membaca surat permohonan dari YPMDU Asahan tertanggal 27 Juni 1977 dan surat keputusan DPRD Tk II Asahan tanggal 16 Juni 1977 No.5/SK/DPRD/1977, jadi jelas lahan yang saat ini berdiri bangunan YPMDU termasuk didalamnya lahan yang diatasnya dibangun menjadi rumah pribadi Bupati Asahan itu merupakan tanah milik pemerintah Kabupaten Asahan, yang mana dikuatkan oleh kantor Agraria dengan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) No.594.114/8/1989 jika surat itu bukan merupakan surat hak milik dan didalamnya salah satu poin menjelaskan jika tanah itu milik negara, pungkasnya.

Kepala BPN Asahan S Saragi ketika akan dikonfirmasi terkait penerbitan SHM tanah seluas 1.345 M yang terletak di Jalan Mahoni Kelurahan Mekar Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat yang diatasnya merupakan bangunan rumah Bupati Asahan belum berhasil ditemui sedangkan beberapa staf dikantor itu mengaku tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan, “Langsung saja dengan pak kakan ” ujar salah seorang staf di bagian sertifikat. (susilawadi)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.