Terus Diguyur Hujan, Warga Medan Bisa Terserang DBD

137
DBD
DBD
DBD
DBD

M24.CO|MEDAN
Hujan deras yang dalam kurun waktu sebulan belakangan ini terus mengguyur Kota Medan yang kerap mengakibatkan banjir juga menyisakan persoalan lain. Sejumlah penyakit sangat rawan menyerang warga, yang paling bahaya ialah demam berdarang dengeu (DBD).

Hal itu dikatakan praktisi kesehatan Sumatera Utara (Sumut), DR dr Umar Zein SpPD KPTI. “Kalau banjir ini, penyakit yang paling berkaitan dengannya adalah DBD. Apalagi, keadaan cuaca yang berlangsung, di malam harinya hujan deras, tapi pada siang harinya justru panas terik,” ungkapnya.

Hal itu jelas Umar Zein, meskipun banjir yang berlangsung, pada beberapa jam kemudiannya akan kembali surut, namun berkembang biaknya jentak-jentik nyamuk tetap sangat memungkinkan terjadi. Sebab, container-container air yang ada dilingkungan sekitar kediaman masyarakat, tetap menampung air.

“Misalnya ditempat pembuangan atau tempat-tempat yang tidak terpantau. Walaupun banjir sudah surut, tetapi container-container penampungan air itu belum tentu tidak terjadi genangan air,” jelasnya.

Jumlah penderitanya juga, kata Umar Zein, saat ini kecendrungannya juga mengalami peningkatan. Dalam sebulan ini diklinik tempatnya berada, sudah ada 10 pasien yang berobat akibat terserang DBD.

“Biasanya dalam sebulan hanya ada 1-5 pasien saja. Ini menunjukkan, adanya indikasi peningkatan penyakit. Belum lagi dengan pasien yang berobat di rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, Umar Zein menghimbau agar masyarakat dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dikediamannya. Selain itu, kepada Dinas Kesehatan, dimintanya supaya dapat meningkatkan penyelidikan epidemologi yang mereka lakukan. “Agar penemuan kasusnya dapat ditingkatkan. Supaya masalah penyakit DBD ini dapat diatasi,” ujarnya.

Selain DBD, Umar Zein juga menyatakan, persoalan banjir ini juga dapat mengancam menjangkitnya penyakit diare. Sebab, kandungan air yang terdapat pada genangan air mengandung banyak bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tersebut. “Kalau sampai terjangkit ke makanan dan minuman penyakit ini karena banjir akan sangat mungkin menjangkit selain DBD,” pungkasnya. (red)

Loading...