Tiap Tahun Sumut Terus Alami Penyusutuan Lahan Pertanian

Tiap Tahun Sumut Terus Alami Penyusutuan Lahan Pertanian

Tiap Tahun Sumut Terus Alami Penyusutuan Lahan Pertanian

M24.CO|MEDAN
Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang mengkonsumsi nasi tertinggi. Untuk pertahunnya, kebutuhan beras bisa mencapai 126 kg. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk sebanyak 12 juta jiwa, kebutuhan pangan di Sumut cukup tinggi. Hal ini dikatakan Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut Marino kepada wartawan,Selasa (15/11/2016).

“Sumut harus mempertahankan swasembada pangan, apalagi propinsi Sumut mempunyai lahan yang cukup luas. Untuk pencapaian swasembada ini perlu dukungan berbagai progam antara lain upaya penyediaan benih unggul, pupuk subsidi, juga adanya kepastian jaminan harga saat dan panen alsintan,”katanya.

Dikatakannya, alih fungsi lahan di Sumut setiap tahunnya antara 3 sampai 5 persen. Penyusutan lahan tersebut beralih menjadi perkebunan dan perumahan. Dan ini merupakan tantangan terbesar, karena itu untuk mendukung peningkatan produktivitas gabah perlu penggunaan benih unggul berkualitas, melakukan IP3 atau 3 kali bertanam setahun, pengendalian organisme pengganggu tanaman(OPT).

“Dukungan inilah salah satu untuk meningkatkan produksi gabah, penyusutan alih fungsi lahan terjadi hampir di semua daerah di Sumut. Namun paling banyak di Labura,Labusel dan Madina. Di sini alih fungsi lahan ke perkebunan,” ujarnya.

Mengenai Perda nomor 3 tentang Perlindungan Lahan Pertanian, disebutnya sudah ada namun belum ditindaklanjutin oleh kabupaten/kota di Sumut. “Jadi penerapan Perda ini tergantung konsistensi kepala daerah tentang perlindungan lahan pertanian,”ujarnya.

Menyinggung produksi gabah, Marino menyebutkan, tahun 2016, sampai Aram (Angka Ramalan) II produksi padi Sumut mencapai 4,4 juta ton dengan luas panen 837.561 hektar atau meningkat 361.800 ton dari tahun 2015. (nis)

Loading...