Waspada.., Hama OPT Serang 62 Hektare Tanaman Padi di Langkat

176

siput-murbeyM24.CO | LANGKAT – Hama tanaman kian merebak di Kabupaten Langkat. Sedikitnya 62 hektare tanaman padi di Kabupaten Langkat, diserang organisme pengganggu tanaman hama putih palsu, siput murbei, penggerek batang, blas, kresek, tikus, dan berbagai gangguan hama lainnya.

“Kita sudah upayakan untuk penyelamatan tanaman padi yang diserang hama tersebut bersama dengan petani dan petugas penyuluh pertanian lapangan,” kata Kordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama tanaman Dinas Pertanian Langkat Miswandi di Stabat, kemarin.

Menurut Miswandi, dari 62 hektare tanaman padi yang diserang organisme pengganggu tanaman (OPT) itu, 6,5 hektare berupa siput murbei di lahan pertanian petani yang ada di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Binjai, Kecamatan Selesai, dan Kecamatan Hinai.

Kemudian, gangguan hama penggerek batang seluas 5,9 hektare di Kecamatan Secanggang, Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Batang Serangan, Kecamatan Kuala, 11 hektare gangguan hama putih palsu di Kecamatan Sei Bingei.

Selain itu, 8,9 hektare berupa gangguan hama blas di Brandan Barat, Gebang, Selesai, Secanggang, Sei Bingei, dan Pematang Jaya. Selanjutnya, 6,5 hektare gangguan hama kresek di Brandan Barat, Sirapit, dan Sei Bingei.

Ada juga gangguan hama helimthosporium seluas dua hektare, 3,5 hektare cercosporam dan 5,1 hektare gangguan hama rhizoktonia.

Ia menjelaskan, selain gangguan pada tanaman ,padi juga ada gangguan hama pada tanaman jagung seperti tikus seluas 0,5 hektare, belalang seluas 3,4 hektare, bulai seluas satu hektare, hawar daun 2,5 hektare, penggerek batang lima hektare, dan ulat grayak seluas dua hektare.

Tanaman kedelai juga diserang hama tanaman berupa penggerek daun seluas 0,5 hektare, ulat grayak seluas 0,5 hektare, kacang hijau juga diserang hama seluas 0,5 hektare, kacang tanah berupa karat daun seluas 0,7 hektare, cercospora seluas 0,2 hektare, dan penggerek daun seluas 0,2 hektare.

“Ubi kayu juga diserang hama tanaman berupa kutu kebul di Kecamatan Selesai seluas satu hektare,” sambungnya.

Terhadap berbagai serangan hama tanaman itu, petani dan penyuluh sudah melakukan upaya untuk penyelamatannya di lapangan agar tanaman yang ada bisa diselamatkan dengan memberikan berbagai obat-obatan untuk pencegahannya.

Ia mencontohkan pengggunaan insektisida sesuai anjuran, funggisida, bakterisida sesuai anjuran, sanitasi lingkungan, pengumpanan, pengutipan dan pemasangan perangkap, pengeringan air sawah, dan sanitasi daun tanaman terserang.(Red)

Loading...