2 Pemikul 100 Kg Sabu Divonis Mati

Kedua terdakwa saat mendengarkan vonis hakim

PN MEDAN-M24 | Dua terdakwa kepemilikan 100 kg sabu divonis hukuman mati. Menanggapi vonis tersebut, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya langsung menyatakan banding.

Kedua terdakwa yakni, Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi. Vonis itu digelar di ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/10) sore dengan Ketua Majelis Hakim, M Ali Tarigan. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arman dan Edi dengan pidana mati,” kata hakim.

Perbuatan kedua terdakwa, menurut hakim, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram. Majelis Hakim berpendapat, perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35/2009 tentang narkotika.

Loading...

Pantauan wartawan, selama mendengarkan vonis, kedua terdakwa tampak gelisah. Mereka juga tampak menyesali perbuatannya. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho juga menuntut kedua terdakwa dengan hukuman mati.

Sekadar mengetahui dalam kasus ini, seorang tersangka bernama Mulyadi alias Mul masih DPO dan tersangka Syafii alias Fii meninggal dunia. Kedua terdakwa ditangkap Direktorat Narkoba Mabes Polri di rumah terdakwa Arman, di Jln Baru, Gg Keluarga, Ling 15, Kel Terjun, Medan Marelan, pada 12 Desember 2017.

Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa 7 karung berisi narkotika jenis sabu seberat 100 kg. Sabu ditumpuk dan disembunyikan dalam tanah yang ditutup triplek di kamar mandi. Sabu itu merupakan hasil selundupan mereka dari Malaysia. (ansah)

Loading...