3 Bandar Sabu Siantar dibekuk di Simalungun

SIMALUNGUN-M24 | Satresnarkoba Polres Simalungun menangkap empat tersangka penyalahgunaan narkotika dari tempat berbeda. Untuk proses lebih lanjut, keempat tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Simalungun.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH melalui Kasatres Narkoba, AKP Juriadi Sembiring SH MH menuturkan, penangkapan tak lepas dari informasi masyarakat adanya penyalahgunaan narkotika di Jln Kertas, Siantar Estate, Kab Simalungun.

“Sekitar pukul 19:30 WIB, petugas melakukan penyelidikan ke lokasi, Sabtu (14/7). Sekitar pukul 20:00 WIB, terlihat dua laki-laki dewasa mengendarai sepedamotor (kreta) dengan gerak-gerik mencurigakan,” jelas Juriadi kepada metro 24, Minggu (15/7).

Loading...

Selanjutnya, lanjut Juriadi, petugas langsung melakukan penyergapan. Seorang berhasil ditangkap sementara seorang pelaku lainnya berhasil kabur mengendarai kreta. Pelaku yang tertangkap bernama Abdul Rifai (17), warga Jln Teratai II, Kab Simalungun. Dari badannya ditemukan barang bukti berupa dua bungkus plastik klip kecil berisikan narkotika jenis sabu.

Kepada petugas pelaku mengaku membeli sabu tersebut dari Doni (28). Selanjutnya dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Doni di rumahnya, Jln Rakuta Sembiring Gg Leo, Kel Pondok Sayur, Kota Pematangsiantar. Doni mengaku hanya sebagai perantara sabu yang diperoleh dari Okto (39).

Selanjutnya, sekitar pukul 22:00 WIB, petugas menangkap Okto di rumahnya, Jln Naga Pita, Kota Pematangsiantar. Petugas tak menemukan narkotika, namun mengamankan uang Rp176 ribu yang diduga hasil penjualan sabu. Okto mengaku memperoleh sabu dari Sahril alias Brekele (41).

Tak mau terputus, petugas pun menangkap Sahril di rumahnya Jln Meranti, Kec Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, sekitar pukul 23:30 WIB. Petugas juga mengamankan 12 bungkus plastik klip kecil berisi sabu dan 1 sendok pipet. Kepada petugas, Syahril mengaku mendapatkannya dari seseorang berinisial Ayah KM.

“Sampai saat ini kami tetap lakukan pengembangan dan pencarian terhadap Ayah KM guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yg lebih besar. Khususnya di wilayah Simalungun,” tutup Juriadi Sembiring. (adi)

Loading...